Delegasi Tripartit Bersiap Hadapi Forum Ketenagakerjaan Global di Swiss

Min.co.id | Jakarta – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi teknologi dan kecerdasan buatan, Indonesia mulai mempersiapkan langkah untuk memastikan suara pekerja, pengusaha, dan pemerintah tetap didengar di panggung internasional.

Suasana persiapan itu terlihat saat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggelar pertemuan Persiapan Delegasi Tripartit Indonesia untuk menghadiri International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Pertemuan tersebut menghadirkan unsur pemerintah, serikat pekerja/serikat buruh, serta pengusaha yang akan menjadi bagian dari Delegasi Tripartit Indonesia dalam forum ketenagakerjaan internasional yang diselenggarakan International Labour Organization (ILO).

Bagi Indonesia, forum tersebut bukan sekadar agenda diplomasi luar negeri, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membawa kepentingan tenaga kerja nasional di tengah perubahan global yang semakin cepat.

Direktur Jenderal PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan pertemuan persiapan ini menjadi langkah strategis untuk menyatukan pandangan seluruh unsur delegasi agar Indonesia memiliki posisi yang kuat dan terkoordinasi dalam pembahasan agenda global ketenagakerjaan.

“Ini karena kehadiran Delegasi Tripartit Indonesia pada ILC ke-114 memiliki makna strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar memenuhi undangan internasional,” ujarnya.

Forum ILC ke-114 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 12 Juni 2026 di Geneva, Swiss, dengan tema besar “A Moment of Choice: Harnessing Artificial Intelligence for Decent Work”.

Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi dunia kerja saat ini, ketika perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah banyak sektor pekerjaan dan pola industri global.

Menurut Indah Anggoro Putri, terdapat empat urgensi utama kehadiran Delegasi Indonesia dalam forum tersebut, mulai dari perlindungan kepentingan nasional, diplomasi ketenagakerjaan global, menjaga stabilitas hubungan industrial internasional, hingga menghadapi transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan AI.

“Keterlibatan aktif Indonesia dalam proses pembentukan standar global akan menentukan kesiapan bangsa dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja dan perekonomian nasional di masa depan,” katanya.

Delegasi Republik Indonesia nantinya akan dipimpin langsung Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dengan melibatkan unsur tripartit secara lengkap sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap dialog sosial yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda penting akan dibahas, mulai dari standar ekonomi platform digital, kesetaraan gender, hingga penguatan dialog sosial dalam hubungan industrial.

Kabar positifnya, Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang dievaluasi atau diperiksa dalam agenda Committee on the Application of Standards (CAN), yang menunjukkan kepatuhan ketenagakerjaan Indonesia dinilai cukup baik di tingkat internasional.

Di balik persiapan menuju forum dunia itu, tersimpan harapan besar agar Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata dalam menentukan arah masa depan dunia kerja global.

Sebab di era perubahan teknologi yang begitu cepat, suara pekerja dan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu penentu masa depan sebuah bangsa.

Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi K
Sumber: Biro Humas Kemnaker- Dolah Redaksi

 

Komentar

News Feed