Min.co.id | Bandung – Jejak masa lalu yang sempat termakan usia kini kembali berdiri kokoh di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Jembatan Leuwi Kuya yang telah ada sejak 1922, resmi dihidupkan kembali melalui proses revitalisasi yang menghadirkan wajah baru tanpa meninggalkan nilai sejarahnya.
Peresmian jembatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Bandung Aldi Subartono pada Jumat (24/4/2026). Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga yang selama ini bergantung pada akses tersebut.
Kini, jembatan yang dulunya dibangun pada era kolonial itu tampil lebih kuat dan aman. Bagi warga, kehadirannya bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi yang menghubungkan aktivitas harian mulai dari mobilitas warga hingga perputaran ekonomi di kawasan Soreang.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa revitalisasi ini membuat jembatan kembali layak digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Sementara itu, Kapolresta Bandung menegaskan bahwa pembangunan kembali jembatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kepolisian, hingga masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang harus dijaga bersama. Dengan revitalisasi ini, kami berharap masyarakat mendapatkan akses yang lebih aman dan nyaman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran bersama dalam menjaga fasilitas publik agar tetap berfungsi dalam jangka panjang. Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang baik menjadi salah satu kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar proyek fisik, bangkitnya kembali Jembatan Leuwi Kuya menjadi simbol bahwa warisan sejarah dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masa kini menghubungkan masa lalu, hari ini, dan masa depan dalam satu lintasan yang sama.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Bid Humas Polda Jabar (diolah Redaksi)










Komentar