Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa personel Polsek Banjarwangi langsung bergerak cepat melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) sesaat setelah laporan diterima. Respons sigap ini dilakukan guna memastikan situasi tetap terkendali dan aman bagi masyarakat.
Kapolsek Cihurip, Iptu Asep Juarna, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Material tanah yang ambrol menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter, dengan lebar 6 meter dan ketinggian mencapai 1,5 meter.
“Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di jalur Garut–Pameungpeuk sempat terputus total dan tidak dapat dilalui kendaraan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan penanganan awal di lokasi, termasuk pengamanan area terdampak guna mencegah risiko lanjutan. Proses evakuasi material longsor sendiri sempat terkendala karena masih menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat pembersihan.
Meski demikian, upaya penanganan mulai membuahkan hasil. Saat ini, jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dengan sistem buka-tutup, sambil menunggu normalisasi sepenuhnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi jalur rawan longsor. Kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dinilai dapat memicu bencana serupa di sejumlah titik lainnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kehati-hatian menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana alam di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penulis: Redaksi
Editor: Tim Editor
Sumber: Diolah dari Rilis Humas Polda Jabar










Komentar