Smart Grid Mandek, Janji Tak Kunjung Lunasi: Warga Mekarwaru Pasang Spanduk Tolak ISGIZ

INDRAMAYU | Wacana pembangunan kawasan industri bertajuk Indramayu Smart Grid Industrial Zone (ISGIZ) milik PT Jayamas Surya Sentosa di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, menuai gelombang penolakan warga. Proyek seluas 129 hektare yang digadang-gadang mengusung konsep kawasan industri modern berbasis smart grid itu kini tersendat akibat persoalan pembayaran lahan yang belum tuntas.

Kekecewaan warga memuncak. Sejumlah spanduk penolakan terpasang di area yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan, Rabu (25/2/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk protes terbuka atas belum adanya kepastian pelunasan lahan oleh pihak pengembang.

H. Sidik, perwakilan keluarga pemilik lahan, mengungkapkan bahwa pihak perusahaan sebelumnya berjanji akan melunasi pembayaran lahan yang telah digunakan pada Senin (2/2/2026). Namun hingga kini, realisasi pembayaran yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

“Kami menolak kelanjutan pelaksanaan pembangunan oleh PT Jayamas karena sudah ingkar janji,” tegas H. Sidik.

Menurutnya, tanpa kepastian pembayaran, aktivitas pembangunan tidak seharusnya dilanjutkan. Warga pun merasa dirugikan karena lahan telah dimanfaatkan, sementara hak mereka belum dipenuhi sepenuhnya.

Ironisnya, saat awak media mendatangi lokasi, tidak ditemukan satu pun perwakilan dari PT Jayamas Surya Sentosa untuk memberikan klarifikasi.

Sebelumnya, proyek ISGIZ sempat menjadi sorotan publik setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, pada Desember 2025. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat industri modern yang dilengkapi infrastruktur canggih dan sistem distribusi energi pintar.

Namun kini, proyek ambisius itu justru dibayangi polemik. Warga berharap ada kejelasan dan itikad baik dari pihak perusahaan sebelum pembangunan dilanjutkan. Jika tidak, penolakan dipastikan akan terus berlanjut.

Proyek yang awalnya digadang-gadang membawa kemajuan ekonomi bagi wilayah Gantar itu kini berada di persimpangan: antara janji investasi besar dan tuntutan hak warga yang belum terpenuhi.(*)

Komentar

News Feed