Zebra Lodaya 2025: Jalan Raya Bukan Lagi Tempat Berduka

BANDUNG | Polda Jawa Barat kembali menegaskan keseriusannya menjaga keselamatan jalan raya lewat pelaksanaan Operasi “Zebra Lodaya 2025”, sebuah langkah tahunan yang kali ini dikemas dengan pendekatan lebih humanis dan berbasis data. Dimulai pada Senin (17/11/2025), operasi ini tidak sekadar menjadi rutinitas penertiban, tetapi menjadi seruan moral bagi masyarakat untuk kembali memaknai pentingnya keselamatan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan pesan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan nada yang sarat keprihatinan, ia mengingatkan bahwa setiap angka kecelakaan bukan sekadar statistik melainkan potret kehilangan.

“Yang kita hadapi bukan hanya pelanggaran, tapi nyawa manusia yang hilang. Angka 1.900 korban jiwa itu bukan sekadar jumlah itu kehidupan yang terhenti, keluarga yang patah,” tuturnya.

Meski data kecelakaan di Jawa Barat menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya, Hendra menegaskan bahwa situasi ini masih jauh dari aman. Pada 2024, tercatat 9.050 kecelakaan, dan pada 2025 menurun menjadi 7.787 kasus, tetapi korban meninggal tetap tinggi. Kerugian material pun tak sedikit, mencapai puluhan miliar rupiah.

Dengan mengusung tema “aman, nyaman, dan berkeselamatan”, Operasi Zebra Lodaya 2025 diarahkan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi lonjakan aktivitas menjelang Natal dan Tahun Baru. Fokusnya bukan sekadar penindakan, tetapi edukasi dan perubahan perilaku. Polantas diinstruksikan untuk lebih mengedepankan pendekatan persuasif, membangun kedekatan, dan menghindari tindakan yang kontraproduktif.

Hendra juga memberikan pesan yang cukup menyentuh bagi masyarakat, sebuah ajakan agar melihat keberadaan polisi di jalan sebagai upaya melindungi, bukan menakuti.

“Kehadiran petugas di jalan bukan untuk menebar rasa benci, tetapi rasa aman. Polisi ada di sana untuk mengingatkan, bukan menghakimi. Ini tentang hubungan batin: kami menjaga, masyarakat melindungi diri,” ujarnya.

Operasi Zebra Lodaya 2025 menjadi momentum bagi Polda Jabar untuk mengajak masyarakat menata kembali budaya berlalu lintas. Di balik seragam petugas dan peluit yang terdengar di persimpangan, ada harapan besar bahwa jalan raya kembali menjadi ruang aman, bukan jalur tragedi. (*)

Komentar

News Feed