Min.co.id ~ Indramayu ~ Isu raibnya 196 unit kendaraan dinas di Kabupaten Indramayu memantik perhatian publik. Namun, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu segera meluruskan kabar tersebut kendaraan itu bukan hilang, hanya tidak hadir saat apel kendaraan bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim, Selasa (29/4/2025).
Kepala BKAD Indramayu, Ahmad Syadali, menjelaskan bahwa mobil-mobil tersebut berada di tempat masing-masing, namun ada yang tengah dipakai bertugas, rusak berat, hingga tak memungkinkan hadir dalam apel inventarisasi kendaraan roda empat.
“Jadi bukan tidak jelas keberadaannya atau hilang, hanya saja saat apel tidak bisa dihadirkan. Barangnya ada, tersebar di unit masing-masing,” tegas Syadali, Jumat (2/5/2025).
Ia mengungkapkan bahwa banyak dari kendaraan tersebut merupakan mobil operasional aktif seperti ambulans yang sedang membawa pasien atau kendaraan yang digunakan pejabat untuk dinas luar. Selain itu, sejumlah kendaraan dalam kondisi rusak berat juga tak bisa ditampilkan.
Bupati Lucky Hakim sebelumnya mengungkapkan keprihatinannya usai apel tersebut, di mana dari 1.066 kendaraan dinas, tercatat , 713 unit dalam kondisi baik,3 unit rusak ringan, 81 unit rusak berat, 70 unit kategori lainnya, 3 unit dinyatakan hilang, dan, 196 unit belum jelas keberadaannya pada saat pengecekan.
“Mobil kan wujudnya besar. Setelah diabsen, masih ada 196 unit yang belum tampak. Ini yang kita minta segera ditelusuri,” ujar Lucky Hakim.
Sebagai tambahan, Syadali juga menyebut pada tahun 2024 lalu, Pemkab Indramayu mengadakan puluhan kendaraan roda empat baru untuk berbagai keperluan, seperti mobil patroli pengawalan hingga kendaraan siaga desa.
Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat meredam polemik sekaligus memperkuat sistem pengelolaan aset daerah agar lebih akuntabel ke depan.(*)










Komentar