Min.co.id ~ Indramayu ~ Panen perdana padi dengan metode Irigasi Pertanian Hemat Air (IPHA) di Desa Cikedung Lor, Kabupaten Indramayu, menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi pertanian modern.
Hadir langsung dalam kegiatan ini, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Bupati Indramayu Lucky Hakim menyaksikan hasil panen yang mencapai 11 ton per hektare melampaui hasil metode konvensional.
IPHA tidak hanya meningkatkan produktivitas, tapi juga menurunkan biaya produksi secara signifikan.
Penggunaan benih yang jauh lebih sedikit dan efisiensi air irigasi menjadikan IPHA sebagai solusi pertanian masa depan, terutama di daerah dengan keterbatasan pasokan air.
“Kita akan dorong penerapan IPHA secara nasional dengan sinergi bersama Kementerian Pertanian,” tegas Menteri Dody.
Bupati Lucky Hakim menyambut baik metode ini dan menyebutkan bahwa IPHA akan diperluas ke desa-desa lain, khususnya di wilayah hilir agar pembagian air menjadi lebih merata dan adil.
Anggota Komisi V DPR RI Daniel Muttaqien Syaefuddin menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong peningkatan sistem irigasi di wilayah strategis seperti Indramayu dan Cirebon yang merupakan lumbung pangan nasional.
Sebagai bagian dari dukungan ekosistem pertanian berkelanjutan, juga dilakukan pelepasan burung hantu untuk mengendalikan hama tikus secara alami.(*)
Editor : Achmad / Min.co.id










Komentar