Gasak Premanisme! Indramayu Bangkit Lawan Aksi Jalanan yang Bikin Resah

Min.co.id ~ Indramayu ~ Alun-Alun Indramayu bukan hanya menjadi tempat aktivitas warga, tetapi juga saksi sejarah dimulainya langkah tegas Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menggulung praktik premanisme. Apel Siaga Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme pun digelar dengan penuh semangat, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin.

Acara ini bukan sekadar apel biasa. Hadir dalam barisan, berbagai unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, hingga jajaran perangkat daerah yang tergabung dalam Satgas, menyatakan tekad bulat: “Premanisme? Tidak ada tempatnya di bumi Wiralodra!”

Dalam sambutannya, Wabup Syaefudin menegaskan bahwa premanisme lebih dari sekadar kenakalan jalanan. Ini adalah momok sosial yang kerap menyusup dalam bentuk pemalakan, pungli, intimidasi, bahkan kekerasan. Bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tapi juga mengancam iklim investasi yang tengah dibangun demi kemajuan daerah.

“Kita tidak bisa membiarkan ini. Premanisme menghambat pembangunan. Kita butuh lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif, untuk masyarakat dan investor,” tegasnya.

Satgas Pemberantasan Premanisme dibentuk bukan untuk aksi seremonial. Satgas ini dibekali tugas strategis dan lintas sektoral, mulai dari: Identifikasi potensi ancaman keamanan, Edukasi dan literasi anti-premanisme, Penanganan aduan masyarakat, Penegakan hukum terhadap pelaku premanisme, Koordinasi intensif lintas instansi.

Semua dijalankan dengan semangat kolaboratif antara Pemda, Polres, TNI, Kejaksaan, hingga BIN.

Menariknya, Pemkab Indramayu juga menyadari bahwa tak semua pelaku premanisme ingin terus berada di jalan yang salah. Oleh karena itu, ditekankan pula pendekatan pembinaan dan rehabilitasi, khususnya bagi eks-preman dan geng motor yang ingin berubah.

“Kita beri mereka kesempatan kedua. Karena pada dasarnya, semua anak bangsa berhak mendapat ruang untuk memperbaiki diri,” kata Wabup.

Dengan semangat Indramayu REANG (Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera), seluruh elemen daerah diajak bersatu. Wabup menekankan bahwa pemberantasan premanisme hanya akan berhasil jika semua elemen masyarakat terlibat dan peduli.

“Satgas ini bukan hanya untuk menangkap, tapi juga untuk menciptakan lingkungan yang stabil. Dan ini semua demi masa depan Indramayu yang lebih baik,” ucapnya dengan penuh keyakinan. (*)

Editor : Achmad

Komentar

News Feed