Menyoroti Nasib Kaum Marginal di Bawah Kepemimpinan Pemerintahan yang Baru

 Min.co.id ~ Jakarta ~ Dalam suatu Dialog Nasional yang penuh semangat dengan tema ‘Optimisme Kaum Termarjinalkan dan Terpinggirkan Bersama Pemerintahan yang Baru’, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Vox Point Indonesia menegaskan urgensi perhatian terhadap nasib kaum marginal dan terpinggirkan di bawah kepemimpinan pemerintahan yang baru.

Momen ini, yang berlangsung di Gedung Dewan Pers Jakarta pada Sabtu (27/4/2024), menjadi panggung bagi Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handojo Budhisedjati, untuk menggarisbawahi pentingnya fokus pada kelompok masyarakat yang sering kali terabaikan.

“Saat kita berjalan menuju arah kepemimpinan baru, kita tidak boleh melupakan mereka yang hidup dalam keterbatasan. Pengemis, pemulung, buruh, petani, dan mereka dengan penghasilan yang minim membutuhkan perhatian khusus,” ungkap Handojo dalam dialog yang diadakan bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat.

Data dari Badan Pusat Statistik pada Juli 2023 menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin mencapai 9,36 persen, setara dengan 25,90 juta orang pada Maret 2023. Handojo menyoroti bahwa sebagian besar dari mereka merupakan kaum marginal dan terpinggirkan, yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Selain itu, Handojo juga menyoroti isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menganggapnya sebagai kejahatan yang harus diberantas dengan tegas. Dia menekankan perlunya penanganan yang lebih profesional atas masalah ini oleh pemerintahan yang baru.

Sambutan dari Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusomo, menambahkan semangat baru dalam perhatian terhadap kaum marginal. Hashim menyampaikan bahwa presiden terpilih Prabowo Subianto sangat bersemangat menjalankan program pro-rakyat marginal.

Salah satu program yang disebutkan adalah pemberian makan siang dan susu gratis bagi anak-anak dan ibu hamil. Hashim menegaskan bahwa program ini merupakan cita-cita yang telah digagas Prabowo sejak 17 tahun lalu, sebagai upaya untuk mengatasi masalah stunting dan kurang gizi di Indonesia.

Diharapkan hasil dari Dialog Nasional ini akan menjadi panduan yang berharga bagi pemerintahan yang baru dalam menghadapi tantangan yang dihadapi oleh kaum marginal dan terpinggirkan di Indonesia. Semangat baru dalam memberikan perhatian dan solusi bagi mereka yang membutuhkan menjadi landasan yang kokoh untuk masa depan yang lebih baik. (rls/min)

Editor : Redaksi

Komentar

News Feed