Min.co.id ~ Stasiun Kereta Cepat Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi saksi pertemuan penting antara dua tokoh pemerintahan yang memiliki visi serupa: Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, beserta istri tercinta, Wury Ma’ruf Amin, pada Selasa (23/4/2024). Kedatangan Wapres ke Jawa Barat ini tidak hanya menjadi momen protokoler, tetapi juga momentum kolaborasi yang menjanjikan.
Turut hadir dalam sambutan tersebut adalah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Mohammad Fadjar, serta jajaran Forkopimda lainnya. Atmosfer hangat dan semangat sinergi begitu kental terasa di udara, mengisyaratkan akan adanya kerja sama yang kokoh di antara pemerintah pusat dan daerah.
Kunjungan kerja Wapres Ma’ruf Amin ke Kota Bandung akan meliputi serangkaian agenda yang substansial. Sebagai Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Wapres akan memberikan arahan pada acara Pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Barat. Acara ini dijadwalkan berlangsung di Aula Barat, Gedung Sate, Kota Bandung, yang juga merupakan kantor Gubernur Jawa Barat.
Namun, agenda kerja Wapres tidak berhenti di situ. Pada Rabu (24/4), beliau dijadwalkan untuk membuka Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Grand Ballroom Hotel Pullman Bandung. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan bencana menjadi salah satu bukti nyata dari semangat gotong royong yang terus berkobar di Indonesia.
Momen ini tidak hanya menjadi tonggak bersejarah dalam kerjasama antar-pemerintah, tetapi juga momentum untuk mempercepat kemajuan ekonomi syariah di Jawa Barat. Dalam suasana yang penuh semangat dan harapan ini, kita menyaksikan sinergi yang kuat antara visi pemerintah daerah dan nasional, membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar
Ika Mardiah






Komentar