Min.co.id ~ Polda Jabar ~ Setelah riuhnya perayaan Idul Fitri mereda, langkah berat mulai dilakukan oleh jajaran Polres Ciamis Polda Jawa Barat. Mereka tidak mengendurkan kewaspadaan, melainkan mengintensifkan upaya mereka dengan menyisir setiap sudut pasar, memastikan ketersediaan dan stabilitas harga sembako. Pengecekan ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan langkah taktis untuk mengantisipasi inflasi pasca-libur lebaran yang sering kali menimbulkan kecemasan di masyarakat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Jules Abraham Abast S.I.K., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan penuh serius. Satuan Samapta Polres Ciamis Polda Jabar terjun ke lapangan, menyisir komplek Pasar Imbanagara Kabupaten Ciamis pada Rabu (17/4/2024). Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pedagang bahan pokok dan komoditas lainnya.
Kapolres Ciamis, AKBP Akmal, SH., S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan. Setiap hari, Polres Ciamis Polda Jabar melakukan pemantauan intensif, mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern. Tujuannya sederhana: mencegah kelangkaan dan inflasi yang merugikan masyarakat.
“Tidak ada toleransi untuk penimbunan bahan pokok. Kami juga mengimbau para penjual untuk membatasi pembelian konsumen, sebagai langkah antisipasi terhadap praktik-praktik yang merugikan,” tegasnya.
Langkah ini bukan sekadar wacana, tapi aksi nyata dalam mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Operasi Pasar siap digelar sebagai respons cepat saat terjadi gejolak harga. Ini adalah bagian dari komitmen Polri dalam menjaga kestabilan harga pangan, khususnya pasca-libur lebaran.
Hasil pemantauan di Komplek Pasar Imbanagara Ciamis menunjukkan stabilitas harga yang memuaskan, meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan sedikit. Namun, ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman. Langkah-langkah preventif ini memberi harapan bagi masyarakat, bahwa mereka bisa beraktivitas sehari-hari tanpa harus terbebani oleh fluktuasi harga yang tak terduga. (ach)
Editor : abyd







Komentar