Min.co.id ~ Polda Jabar ~ Senin, 25 Maret 2024, adalah hari yang meninggalkan jejak trauma bagi anak-anak di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kabupaten Bandung Barat. Banjir bandang yang disertai longsor telah menyebabkan ketakutan dan kecemasan di antara balita yang merasakan dampak bencana tersebut.
Kombes Pol. Jules Abraham Abast, S.I.K., Kabid Humas Polda Jabar, menegaskan bahwa meskipun hanya mendengar tentang kejadian tragis yang menimpa tetangga atau anggota keluarga, anak-anak balita pun bisa merasakan dampak psikologisnya.
Dalam respons terhadap kondisi tersebut, Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono, langsung mengambil langkah cepat dengan membentuk Tim Trauma Healing. Tim ini bertugas untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan mental lainnya yang mungkin dialami oleh anak-anak tersebut.
“Dalam tim ini, kami melibatkan para Polwan yang memiliki kepekaan khusus dalam menangani anak-anak. Hari ini, mereka telah melakukan tugasnya dengan baik dengan memberikan hiburan kepada sekitar 75 anak yang terdampak bencana longsor, serta membagikan snack makanan ringan,” ungkap Kapolres Aldi Subartono.
Kegiatan seperti bernyanyi bersama dan pembagian snack diharapkan dapat membantu mengurangi rasa trauma yang dirasakan oleh anak-anak. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat pulih secara mental dan kembali ke kehidupan normalnya.
“Ini adalah langkah awal dalam proses pemulihan, dan kami akan terus memantau kondisi anak-anak ini serta memberikan dukungan yang diperlukan agar mereka dapat pulih sepenuhnya dari dampak bencana ini,” tambahnya dengan penuh harap.
Dengan adanya kegiatan ini, Polres Cimahi menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga perlindungan dan perhatian terhadap kesejahteraan mental masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak psikologis dari bencana alam.(red)










Komentar