Min.co.id ~ Jakarta ~ Ketika lahan perumahan semakin langka dan harganya semakin melambung, membeli rumah menjadi mimpi yang sulit dijangkau bagi banyak masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, dengan hadirnya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), harapan memiliki rumah sendiri menjadi lebih nyata.
FLPP merupakan salah satu solusi dari pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memiliki hunian yang layak. Melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disediakan oleh perbankan, MBR dapat memperoleh pembiayaan perumahan dengan suku bunga yang terjangkau.
Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023, kebutuhan akan rumah masih sangat tinggi di Indonesia. Namun, dengan program FLPP, pemerintah telah berhasil menyediakan bantuan pembiayaan perumahan bagi ribuan unit rumah setiap tahunnya.
Pada tahun 2023, pemerintah mengalokasikan dana FLPP sebesar Rp108,5 triliun untuk 1.289.748 unit rumah. Namun, untuk tahun 2024, alokasi dana FLPP mengalami penurunan menjadi Rp13,72 triliun untuk 166.000 unit rumah. Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan FLPP dengan menambah kuota program hingga 220.000 unit.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna, menjelaskan bahwa meskipun total pasokan unit rumah subsidi mengalami penurunan, harga rumah subsidi tetap terjangkau bagi MBR. Harga rumah subsidi untuk tahun 2024 bervariasi sesuai dengan zona wilayah, dimulai dari Rp166 juta hingga Rp240 juta.
Harapannya, keberadaan program FLPP dapat terus memberikan manfaat kepada MBR dalam membeli dan memiliki rumah sendiri. Dengan dukungan pemerintah dan komitmen bersama, diharapkan bahwa kesenjangan hunian di Indonesia dapat terus berkurang dan impian memiliki rumah bisa menjadi kenyataan bagi semua kalangan. (ip)










Komentar