“Dengan luas wilayah pertanian yang mencapai 209.942 hektar, kita memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ungkapnya.
Meskipun Kabupaten Indramayu telah meraih prestasi sebagai produsen padi tertinggi di tingkat nasional pada tahun 2022, Bupati Nina Agustina mengakui bahwa tantangan seperti fenomena El Nino ekstrem telah mempengaruhi produksi padi pada tahun sebelumnya.
Namun demikian, ia optimis bahwa dengan dukungan generasi muda yang terlatih, pertanian Indramayu akan terus berkembang. “Kepada peserta pelatihan, saya tekankan untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Ketahanan pangan adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, menjelaskan bahwa pelatihan ini juga bertujuan untuk mengurangi masalah ketersediaan tenaga kerja di sektor pertanian. “Kami berharap para peserta pelatihan dapat menjadi petani yang kreatif dan terampil, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di Indramayu,” katanya.
Pelatihan ini melibatkan 1.000 peserta yang terbagi dalam 20 angkatan, setiap angkatan terdiri dari 50 pemuda asal Indramayu. Setiap angkatan akan menjalani pelatihan selama 2 hari, dengan angkatan pertama dilaksanakan pada tanggal 7 – 8 Maret 2024.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pertanian di Indramayu akan semakin maju dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mengurangi tingkat pengangguran. Acara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat terkait dan tokoh masyarakat setempat, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Indramayu. (red)










Komentar