Min.co.id ~ Bandung ~ Seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Bandung meninggal dunia pada Sabtu (17/2) malam, setelah bertugas mengawal jalannya Pemilu 2024.
Petugas KPPS tersebut bernama Jajang Safaat (46), yang bertugas di TPS 18 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung. Jajang dikabarkan mengalami kelelahan setelah bekerja tanpa henti selama beberapa hari.
Menurut keterangan saksi mata, Jajang sempat mengeluh sakit kepala dan sesak napas sebelum akhirnya pingsan. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Ketua KPU Kota Bandung, Wenti Frihandianti, membenarkan kabar meninggalnya Jajang. Ia menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Jajang dan menyebutnya sebagai pahlawan demokrasi.
“Kami atas nama KPU Kota Bandung mengucapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Pak Jajang. Beliau adalah pahlawan demokrasi yang telah berjasa menyukseskan Pemilu 2024,” kata Wenti.
Wenti juga menjelaskan bahwa KPU Kota Bandung akan memberikan santunan kepada keluarga Jajang.
Meninggalnya Jajang menambah daftar petugas KPPS yang gugur dalam menjalankan tugasnya di Pemilu 2024. Di Jawa Barat sendiri, tercatat sudah ada 6 petugas KPPS yang meninggal dunia.
Kabar duka ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas penyelenggara pemilu bukanlah tugas yang ringan. Diperlukan upaya keras dan komitmen yang tinggi untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan pesta demokrasi ini.
“Semoga kepergian Jajang Safaat dapat menjadi husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Tatang Suherman, warga Bandung. (red)










Komentar