Jelang Takbiran, Anak Tewas Tenggelam Di Bendungan Caplokan Losarang

Min.co.id – Indramayu – Detik detik takbir berkumandang untuk menyambut idul Fitri, tiba- tiba seorang anak Agung (13) warga Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Jawa barat tenggelam di bendungan Caplokan Desa Krimun Kecamatan Losarang.

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 17.00 , Minggu (1/5/2022), dan berawal dari 5 orang untuk mandi di bendungan Caplokan, 4 orang terjun dari jembatan bendungan untuk mandi dan 1 orang tinggal diatas motor, kemudian dari ke empat orang yang mandi tersebut tiba-tiba 1 orang tenggelam karena di duga tidak bisa berenang dan teman yang diatas motor melihat ada yang tenggelam teriak minta tolong kepada warga.

Firman salah satu warga yang tinggal di warung di sekitaran bendungan Caplokan tersebut segera menolong dengan cara menarik 2 anak tersebut, setelah itu menyelamatkan 1 orang lagi, jadi yang selamat 3 orang.

Kapolsek Losarang Kompol H. Mashudi kepada min.co.id menjelaskan, peristiwa tersebut memang benar terjadi ada korban anak tenggelam di Caplokan sekitar pukul 17.00 sore menjelang takbiran idul Fitri, kami bersama anggota bergerak cepat mendatangi TKP untuk melakukan pencarian dan penelusuran korban tenggelam.

Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Basarnas dan BPBD kabupaten Indramayu, tak selang lama Basarnas dan BPBD turun ke TKP untuk melakukan mapping di sekitar bendungan Caplokan.

Kemudian usulan dari pihak keluarga korban untuk melakukan pencarian secara manual itu kami tolak karena mengingat resiko bila terjadi apa – apa, sehingga saran masyarakat mengusulkan untuk memanggil tim gendam yang berasal dari Kebulen Jatibarang untuk melakukan pencarian jasad korban tenggelam tersebut, namun pencarian jasad dari jam 23.00 -01.00 tetap belum ditemukan.

Kedepannya akan kami koordinasikan dengan pihak Pemerintah Desa dan penjaga bendungan untuk memasang larangan mandi di lokasi bendungan Caplokan dan tentunya tidak berhenti disitu, kami upayakan untuk memberi edukasi dan himbauan kepada para orang tua untuk menjaga dan melarang anaknya untuk mandi di bendungan Caplokan.

” Alhamdulillah pukul 09.00 pagi, jasad tersebut muncul ke permukaan sungai bendungan Caplokan dengan sendirinya, dan kami bersama warga mengangkat jasad tersebut dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara untuk di visum dan autopsi namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan pihak keluarga meminta untuk segera dikebumikan, ” tutur Mashudi. Senin (2/5/2022).

Kepala Desa Jumbleng Suyanto mengatakan, korban tenggelam di bendungan Caplokan itu memang benar warga kami RT 04 /RW 02, korban adalah Agung (13) anak dari Darkim dan dibesarkan oleh Waying, kami turut prihatin terlebih disaat suasana lebaran ini, dengan kejadian itu, kami selaku Kepala Desa akan membantu untuk meringankan beban keluarganya, ” ucapnya. (Ikhwan)

Komentar

News Feed