Min.co.id – Indramayu – Caswinto Maulana atau yang akrab dipanggil Citos (22), warga Desa Pagirikan, Kecamatan Pasekan Indramayu meruapakan seorang pengrajin miniatur kapal. Ia menggeluti kerajinan ini sudah dua tahun terakhir.
Citos menggunakan rumah kediamannya sebagai tempat produksi miniatur kapalnya. Citos hanya fokus membuat miniatur kapal tradisional nusantara. Hasil karyanya terdiri dari miniatur kapal khas Indramayu, Rembang, hingga Purwakarta. Meski begitu, ia juga bisa membuat miniatur kapal jenis lainnya, seperti kapal perang, pesiar, atau kapal modern. Hal itu tergantung pesanan konsumen yang datang kepadanya.

Dalam membuat miniatur kapal, Citos menggunakan bahan-bahan baku yang cukup sederhana dan terjangkau. Mulai dari kayu jati, lem, dan perlengkapan lainnya. Peralatan seadanya tidak menghalangi Citos untuk menciptakan setiap miniatur kapal mulai dari tahapan merancang dan membuat pola serta tahap produksi hingga menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Semua dikerjakannya secara manual.
Miniatur kapal tradisional nusantara hasil kreativitas Citos terdiri dari beragam ukuran. Mulai dari ukuran 50 cm sampai 1 m. Semuanya dibuat detail mirip aslinya.
“Untuk membuatnya, sangat butuh ketelitian. Untuk miniatur perahu berukuran 50 cm membutuhkan waktu 1 bulan. Sedangkan yang berukuran besar bisa sampai berbulan-bulan,” jelas dia.
Menurut citos, lamanya proses pembuatan miniatur kapal sangat tergantung pada jenis kapal yang dibuat karena harus sangat mirip dengan aslinya.
“Untuk harga yang termurah Rp2,5 juta sampai yang termahal Rp8 juta. Tergantung ukuran dan kerumitan pembuatannya,” ujar Citos.
Selain dari kemampuan ayahnya yang bekerja sebagai pengrajin kapal nelayan di Karangsong, bakat seni Citos muncul landatan susah mencari kerja karena pandemi. (Vino)










Komentar