Min.co.id, Indramayu – Di era digital, arus baru ekonomi keumatan menjadi pijakan dalam laju pertumbuhan perekonomian nasional. Perbaikan perekonomian bisa dimulai dari bawah. Di mana tantangan yang dihadapi ialah inovasi dan kompetisi terhadap persaingan usaha dan ekonomi.
Amilin, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta, pembicara webinar tersebut mengatakan, era digital harus disikapi dengan baik agar dapat mendukung akselerasi perekonomian nasional. Penggunaan digitalisasi dan teknologi akan sangat membantu dalam membuka usaha-usaha baru.
“Tantangannya terletak pada bagaimana membangun kesadaran bagi kalangan milenial untuk terbuka terhadap arus baru ekonomi keumatan dan siap membangun perekonomian di era digital, agar dapat berdaya saing dan unggul,” ungkap Amilin saat menyampaikan materi Webinar Peluang dan Tantangan Ekonomi Keumatan di Era Digital, Sabtu (27/2/2021).
Hal senada juga disampaikan, Arif Rofiuddin, Sosiolog dan pembicara dalam webinar tersebut. Ia menyampaikan, selain partisipasi dan kontribusi nyata dari berbagai kalangan dalam membangun ekonomi keumatan di Indonesia, hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana arus baru ekonomi keumatan merespon kondisi zaman. Era digital menuntut setiap orang untuk lebih produktif dan berdaya saing.
Selain itu, Rendy Prihartono, Sekretaris PP Himpunan Pengusaha Nahdliyin dalam webinar tersebut menyampaikan, pentingnya jiwa kewirausahaan dikalangan milenial. Dengan begitu akan berpeluang menciptakan pengusaha-pengusaha baru, karena syarat menjadi negara maju setidaknya di negara tersebut banyak terdapat pengusaha.
Dalam webinar yang dilaksanakan oleh Forum Indramayu Studi (FIS) dan PMII Komisariat Sunan Ampel Kediri yang dilaksanakan melalui Google Meet diharapkan dapat mengedukasi masyarakat luas terutama kalangan milenial supaya dapat berkompetisi dan unggul dalam membangun perekonomian di era digital. (iim)










Komentar