Min.co.id – Kuningan – Budidaya jamur merupakan salah satu sub sektor pertanian, yang belakangan ini memiliki perkembangan yang sangat pesat. Pada saat ini banyak industri rumahan yang mengelola budidaya jamur. Jamur sangat mudah untuk dibudidayakan karena tidak mengenal musim dan tidak memerlukan lahan yang luas. Salah satu kelompok yang bergerak di budidaya Jamur tiram adalah “Ligar Jaya” yang berada di Desa Geresik Kecamatan Ciawigebang Kuningan.
Salah satu petani jamur tiram Ligar Jaya Rohman (46 tahun) menuturkan dirinya mulai merintis usaha Jamur Tiram sejak 10 tahun yang lalu.
“Awalnya budidaya jamur tiram hanya dalam jumlah kecil saja, dipasarkannya oleh istri dan saya keliling menggunakan sepeda ke setiap kampung dan pasar terdekat. Melihat respon pasar yang sangat menjanjikan maka saya mencoba untuk mengembangkannya lagi bersama masyarakat lainnya dengan mendirikan kelompok Ligar Jaya,” ujar Rohman Rabu (31/03/2021).
Rohman mempunyai mimpi, dengan adanya budidaya jamur tiram ini banyak masyarakat yang ikut bekerja disini sehingga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar.
Selain menjual Jamur Tiram di Ligar Jaya juga menjual baglog jamur dan bibit jamur tiram (F0). Untuk pemasarannya saat sudah ke berbagai wilayah yang ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Harga baglog jamur tiram di tempat (kumbung jamur) sekitar Rp. 1.600/buah kalau harus dikirim ke lokasi ada biaya tambahan transfortasi sesuai jarak, bibit jamur (F0) Rp. 5.000/botol sedangkan harga jamur tiramnya biasanya Rp. 10.000/Kg serta di sesuaikan dengan harga di pasaran.
Lanjut dirinya, sebelum pandemi Covid-19 usaha jamur tiram ini lumayan berkembang pesat, masyarakat yang terlibat ada 18 orang. Namun pada saat di terapkannya PSBB di berbagai wilayah pemasarannya sangat terdampak karena susah memasarkannya ke luar kota.
“Saat ini produksi dikurangi dulu menyesuaikan dengan keadaan. Semoga wabah ini segera berlalu sehingga ekonomi masyarakat dapat menggeliat dan maju lagi” harap dirinya. (Topik/Ind)










Komentar