Min.co.id-Indramayu- Tepatnya pada tahun 1962 yang lalu telah terjadi tragedi banjir yang menghantam beberapa Desa di Kecamatan Losarang akibat jebolnya tanggul surna sungai cipanas pada saat itu.
Dan kali ini tragedi tersebut terulang kembali selama 59 tahun yang lalu, bahkan menurut salah satu warga masyarakat Desa Puntang yakini Bapak Sam’un yang mengalami saat banjir tahun 1962 dan pada saat ini.
Ia menjelaskan bahwa banjir kali ini sangat parah dibandingkan saat tahun 1962, pasalnya dulu air banjir hanya menggenangi di jalan lurung/jalan masuk desa, akan tetapi kini meluas sampai ke jalan raya pantura hingga pemukiman rumah warga dan fasilitas tempat ibadah dan perkantoran yang berada dipinggir ruas jalan raya pantura,”ucapnya.Senin (8/02/2021).
Banjir akibat meluap dan jebolnya tanggul surna sungai cipanas merendam sekurangnya 3 Desa di Kecamatan Losarang, yakni Desa Krimun, Puntang dan Jangga.
Terendamnya akibat jebol tanggul surna bukan saja menggenangi pemukiman rumah warga namun menurut pantauan awak media yakni terjadi pada areal pesawahan, tambak ikan dan menggenangi kantor Koramil Losarang, Kantor Camat Losarang, dan Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Losarang juga Masjid Nurul Huda Di desa Jangga.
Upaya warga masyarakat Desa puntang, yang rumahnya terendam banjir segera melakukan evakuasi ketempat yang lebih tinggi, titik evakuasi diantaranya di masjid Desa puntang, dan kantor Desa puntang serta adakan posko dapur umum
Harapan warga masyarakat selain di bukanya dapur umum juga sangat penting dibutuhkannya obat-obatan juga tenaga medis dari akibatnya dampak banjir ini.
Situasi perkembangan saat ini di tiga desa cukup memprihatinkan, karena dengan padamnya listrik aktifitas komunikasi dan kegiatan lainnya ikut terganggu, dan sampai berita ini diturunkan debit air tidak makin surut. Kecemasan warga masyarakat semakin menghantui pikiran dan perasaan.
“Sebisa dan semampu kami untuk segera membantu masyrakat desa puntang, dan kami selalu koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait solusi terbaik dalam penanganan tragedi banjir ini,” ungkap kepala desa/kuwu (pj) Puntang Bapak Jaeni. (Ikhwan)










Komentar