Workshop Jurnalistik “Wartawan Masuk Sekolah” di SMPN 2 Losarang, Bekali Siswa Kenali Hoaks

Min.co.id | Indramayu — Di tengah derasnya arus informasi digital yang setiap hari hadir melalui layar telepon genggam, kemampuan membedakan fakta dan kabar bohong menjadi bekal penting bagi generasi muda. Bukan sekadar membaca dan menerima informasi, para pelajar juga perlu memahami bagaimana sebuah berita diproduksi, diperiksa kebenarannya, serta dipertanggungjawabkan kepada publik.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan workshop jurnalistik bertajuk “Wartawan Masuk Sekolah” yang diselenggarakan di SMP Negeri 2 Losarang, Jalan Jangga-Trisi, Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Senin (12/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa perwakilan kelas VII hingga IX. Hadir dalam kesempatan itu kepala sekolah, guru pembimbing, Wiwin Hidayat, Wartawan Media Min.co.id, serta Apip Nopianto, wartawan Media Kabar Cirebon, yang memberikan materi mengenai dunia jurnalistik dan pemanfaatan media sosial secara bijak.

Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan dunia jurnalistik, mulai dari pengertian dasar jurnalistik, proses pencarian informasi, hingga pengolahan informasi menjadi karya jurnalistik yang informatif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih dari sekadar mengenalkan profesi wartawan, workshop tersebut juga bertujuan membangun kesadaran siswa tentang pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya kepada orang lain.

Di tengah maraknya penggunaan media sosial di kalangan pelajar, berbagai informasi dapat beredar dengan cepat dalam bentuk tulisan, foto, video, maupun pesan berantai. Namun, tidak semua informasi yang diterima sesuai dengan fakta.

Karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan untuk mengenali sumber informasi, membandingkan kabar dengan sumber tepercaya, serta memahami perbedaan antara fakta, opini, dan informasi yang menyesatkan.

Kebiasaan berpikir kritis tersebut menjadi salah satu bekal penting agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh judul sensasional maupun informasi yang belum jelas kebenarannya.

Kepala Sekolah Apresiasi Antusiasme Siswa

Kepala SMPN 2 Losarang, Ade Yusup, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan workshop jurnalistik tersebut. Ia menyebut kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari para siswa yang mengikuti materi dengan antusias.

“Alhamdulillah, acara Media Masuk Sekolah berjalan dengan lancar, karena siswa semua antusias mengikuti kegiatan tersebut dan menambah ilmu dan pengalaman siswa tentang bagaimana bermedia sosial yang baik, yang bijak, yang sudah diarahkan oleh narasumber,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang telah hadir dan memberikan pengetahuan kepada para siswa melalui kegiatan tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih sudah masuk ke sekolah memberikan ilmu kepada anak-anak, Mas Apip dan Mas Wiwin atas kegiatan workshop tersebut. Terima kasih,” tuturnya.

Apresiasi tersebut mencerminkan dukungan sekolah terhadap upaya penguatan literasi media di lingkungan pendidikan. Pengetahuan tentang jurnalistik dan penggunaan media sosial yang bijak diharapkan tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenalkan Tanggung Jawab di Balik Informasi

Workshop “Wartawan Masuk Sekolah” juga menekankan pentingnya memahami konsekuensi dari aktivitas memproduksi dan menyebarkan informasi, terutama apabila informasi tersebut tidak benar atau belum terverifikasi.

Sebuah kabar yang keliru dapat menimbulkan kesalahpahaman, merugikan orang lain, bahkan memicu persoalan dan dampak sosial yang lebih luas ketika disebarkan berulang kali melalui media digital.

Selain dampak sosial, penyebaran berita bohong juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, bergantung pada isi informasi, konteks perbuatan, unsur yang terpenuhi, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemahaman tersebut penting agar pelajar tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu mempertimbangkan dampak dari setiap informasi yang dibuat maupun dibagikan.

Oleh sebab itu, Ade Yusup berharap dengan kegiatan tersebut para siswa dapat memahami bahwa kebebasan menggunakan media sosial harus diimbangi dengan rasa tanggung jawab. Memeriksa sumber, memastikan konteks, dan tidak terburu-buru membagikan informasi merupakan langkah sederhana untuk mencegah penyebaran hoaks.

“Harapannya dengan kegiatan positif seperti ini, para siswa Khususnya Pelajar Di SMPN 2 Losarang dapat memahami bahwa kegiatan menggunakan media sosial harus disertai dengan rasa tanggung jawab, terlebih dahulu memeriksa sumber sebelum membagikannya atau nge-share,” Kata Ade

Di lingkungan sekolah, literasi jurnalistik juga dapat mendorong siswa belajar menyampaikan pendapat berdasarkan fakta, menghargai kebenaran, serta membangun kebiasaan mencari informasi dari sumber yang dapat dipercaya.

Membangun Generasi yang Kritis dan Bijak Bermedia

Kegiatan “Wartawan Masuk Sekolah” menjadi salah satu upaya mendekatkan dunia jurnalistik dengan lingkungan pendidikan. Melalui pengenalan profesi wartawan dan proses kerja jurnalistik, siswa diharapkan memahami bahwa sebuah berita yang baik tidak sekadar menarik perhatian, tetapi juga harus mengutamakan akurasi dan tanggung jawab.

Di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan informasi tersebar hanya dalam hitungan detik, kemampuan memilah fakta dan hoaks semakin relevan bagi generasi muda.

Para siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan lebih teliti saat menerima informasi, tidak mudah meneruskan kabar yang belum teruji, serta menggunakan media sosial secara santun dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, kecakapan bermedia bukan hanya tentang kemampuan mengakses informasi, melainkan juga tentang kesadaran untuk menilai kebenarannya dan memahami dampak dari setiap informasi yang disebarkan.

Melalui workshop ini, sekolah dan insan pers diharapkan dapat terus membangun sinergi dalam menumbuhkan budaya literasi, sehingga para pelajar tumbuh menjadi generasi yang kritis, cerdas informasi, dan bertanggung jawab di ruang digital.(Wiwin Hidayat)

Komentar

News Feed