“Dari Gurat Wajah ke Gerakan Sosial”, Ultah ke-54 Kang Dedi Mulyadi Diperingati dengan 1.000 Ibu Asuh di Purwakarta

Min.co.id ~ Purwakarta ~  Di tengah gemuruh politik Jawa Barat yang kerap panas, satu momen sederhana namun menyentuh hati hadir dari Purwakarta. Bukan pesta mewah, bukan pidato berapi-api, tapi sebuah gerakan cinta sebagai kado ulang tahun ke-54 Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.

Hari itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, meluncurkan program “Gerakan Purwakarta Nyaah ka Indung”—sebuah bentuk penghormatan terhadap para ibu lansia. Tak tanggung-tanggung, 1.000 ibu asuh dihadiahkan sebagai simbol kasih sayang untuk pemimpin yang dikenal dekat dengan rakyatnya.

Wajah Kang Dedi kini mungkin lebih bergurat, tapi guratan itu menyimpan cerita. Setiap kerutan adalah memoar kebijakan, perjuangan, dan komitmen panjang membangun tanah Pasundan. Tatapan tajamnya masih menyimpan visi jauh ke depan, sementara senyumnya yang khas tetap jadi oase di tengah hiruk-pikuk birokrasi.

“Kang Dedi bukan hanya gubernur, tapi tokoh inspiratif bagi masyarakat Jawa Barat,” ucap Om Zein saat peluncuran program di Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka, Jumat (11/4).

Jauh dari simbolisme klise, perayaan ini justru menjadi refleksi akan nilai-nilai luhur budaya Sunda Nyaah ka Indung kasih sayang dan penghormatan pada orang tua. Di Purwakarta, program Jabar Nyaah ka Indung dihidupkan dalam bentuk nyata: bantuan kesejahteraan untuk para lansia perempuan yang hidup tanpa pekerjaan tetap.

Slogannya? “Indung Asuh Bagja, Purwakarta Istimewa.” Sebuah frasa yang bukan hanya enak didengar, tapi juga kaya makna dan relevansi.

Menurut Om Zein, program ini bukan sekadar transfer bantuan sosial. Lebih dari itu, ini adalah gerakan budaya, gerakan empati, dan gerakan penghargaan. Di tengah zaman serba cepat, perhatian pada lansia khususnya ibu jadi oase kemanusiaan yang tak ternilai.

“Inspirasi dari Kang Dedi inilah yang menggerakkan kami,” tutur Om Zein. “Semoga beliau selalu sehat dan kuat untuk terus memimpin Jawa Barat menuju masa depan yang lebih gemilang.”

Momentum ulang tahun ke-54 Kang Dedi Mulyadi berubah menjadi perayaan penuh makna. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga bagi para ibu lansia yang kerap terpinggirkan dari narasi pembangunan.

Dari Purwakarta yang istimewa, lahirlah gerakan sosial yang menghangatkan menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal kekuasaan, tapi juga soal kasih sayang.

Selamat Ulang Tahun Kang Dedi Mulyadi. Bapa Aing, semoga panjang umur dan terus menjadi cahaya bagi Jawa Barat.(*)

Editor : Achmad

Komentar

News Feed