Min.co.id ~ Polda Jabar ~ Di tengah hening lapangan Apel Mapolda Jabar, bendera Merah Putih berkibar anggun, melambai-lambai mengikuti irama angin yang lembut. Suasana itu, pada Rabu (17/4/2024), bukan hanya sekadar upacara rutin. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Akhmad Wiyagus S.I.K., M.Si., M.M., menjadikan momen tersebut sebagai panggung untuk membangkitkan kesadaran nasional.
Dalam serangkaian kata-kata yang terucap dari bibirnya, Kapolda dengan penuh semangat menggugah hati setiap individu yang hadir. “Upacara bendera bukan hanya sekadar tradisi. Ia adalah cerminan dari tanggung jawab, pengabdian, dan disiplin yang kita miliki sebagai bagian dari bangsa ini,” ujarnya dengan tegas, suaranya bergema di seluruh lapangan.
Sorot matanya menembus kehadiran setiap personel dan ASN Polda Jabar yang menghadiri upacara itu. Di balik kata-kata motivasinya, tersirat harapan besar akan terbentuknya pribadi-pribadi yang tangguh dan penuh dedikasi. “Tri Brata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri bukanlah sekadar kalimat. Mereka adalah panduan hidup dan kerja bagi kita dalam melayani masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya, suaranya penuh kehangatan.
Tidak lupa, Kapolda juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam operasi Ketupat Lodaya 2024. Keberhasilan pengamanan Idul Fitri 1445 H menjadi cermin dari sinergi dan dedikasi yang kuat. Namun, di tengah apresiasi, Kapolda tidak melupakan pentingnya evaluasi dan analisis. “Kita harus terus memperbaiki diri, menjadikan setiap langkah kita lebih presisi: prediktif, responsif, dan transparan berkeadilan,” tandasnya dengan mantap.
Melangkah ke depan, pasca operasi Ketupat Lodaya 2024, Kapolda menegaskan bahwa situasi arus balik Lebaran 2024 di Jawa Barat tetap terkendali. Keamanan dan kelancaran masih menjadi prioritas utama, dan semua itu tidak terwujud tanpa kerja keras dan kerjasama dari semua pihak. (ach)
Editor : abyd










Komentar