Siti Hasanah Asal Cengal Bangga, Bapaknya yang Pernah Ikut Berjuang Memerdekakan Negara Republik Indonesia

Min.co.id – Majalengka – Ketika Veteran Perang bercerita tentang Perjuangan untuk Merdeka sangat seru untuk didengarkan oleh kita para pemuda-pemudi, karena mereka bercerita tentang negara dan kampung halamannya yang selalu diusik oleh para serdadu tentara dari mulai Belanda yang selanjutnya adalah Jepang sebelum masa Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945

seperti dikatakan Rodi (93) yang ikut berjuang, pria kelahiran 1930 itu sangat detail menceritakan perjuangannya bersama rekan-rekannya yang menurut Rodi saat itu dikampung Cengal ada 7 orang Veteran yang tercatat, sekarang hanya tinggal dirinya bersama Sadili (87) kelahiran 1933, Kamis (11/8/2022)

Rodi sempat bercerita bahwa seniornya yang mulai ikut berperang adalah Alm. Kaka Satori kelahiran 1915, dia adalah yang lebih pertama berjuang dan mengajak kami ikut mempertahankan Republik Iindonesia untuk gabung bersama tentara Indonesia, tapi sayang Satori meninggal pada tahun 2000 sebelum didaftarkan menjadi Veteran. Tapi dia masih mengingat waktu bersama kakak Satori menjadi pagar betis di gunung Ciremai sekitar tahun 1960.

Satori merupakan tokoh pejuang yang ikut mempertahankan kampung halamannya juga berjuang untuk kemerdekaan RI, saya dan rekan veteran sangat menghormati beliau. Karena merupakan tokoh masyarakat yang disegani waktu beliau masih ada, tegasnya.

Veteran Rodi dan Sadili bercerita bahwa “Tentara dulu tidak seringan sekarang, karena kita betul-betul berperang dengan yang menjajah dan setelah merdeka dengan gerombolan Indonesia sendiri yang ingin memimpin saat itu, sampai ada tokoh-tokoh terkemuka di Desa Cengal yang dipenggal yaitu keluarga Satori senior saya,” ungkap Rodi.

Foto Alm. Kaka Satori beserta Istri.

Hal senada diungkapkan Veteran Sadili, bahwa dulu dirinya selalu tinggal dihutan hutan selama bentrok dengan yang berkuasa saat itu Belanda dan Jepang. Karena ingin mempertahankan wilayah sendiri, ungkap Sadili.

Selanjutnya setelah Indonesia Merdeka tidak langsung serta merta menikmati Kemerdekaan, karena para pasukan masih harus berjibaku ikut menjaga keamanan penduduk dari rongrongan para gerombolan pribumi yang memberontak karena ingin memimpin pada saat itu.

Makanya dulu Cengal itu bukan diatas sini, pada saat itu jaman genting jadi tidak mau tinggal di pinggir jalan terbuka lebih memilih di daerah yang susah dijangkau oleh para gerombolan karena selain diintimidasi, diambil harta benda juga suka main sembelih orang, jelasnya.

Disisi lain, warga yang masih hidup dan dibilang tertua di Desa Cengal Maja, Suwanda (100) pria kelahiran tahun 1923 ini membenarkan bahwa Rodi dan Sadili waktu mudanya ikut berperang dan menjaga kedaulatan Negara dari para perampok dan pemberontak tersebut, mereka turut menjaga keamanan penduduk Desa Cengal yang dulunya namanya Tarikolot atau Bunilaya, tegasnya.

Sementara kisah lainnya diceritakan oleh Anak dari Alm. Satori, Kusmali (63) dan Siti Hasanah (50) mengutarakan perjuangan yang pernah diceritakan bapaknya, Satori pernah ikut berjuang melawan Belanda, bahkan yang paling disukai dan diingat orang tuanya menceritakan tentang melempar granat ke pihak tentara Belanda dan bercerita saat tentara Belanda yang mati lemas karena meminum air gunung yang ada racunnya lalu mengambil senjata dan barang yang bisa digunakan lagi untuk perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Kusmali dan Siti Hasanah sangat merasa bangga kepada orangtuanya yang sudah ikut berjuang, ungkapnya penuh semangat. (red)

Komentar

News Feed