Min.co.id – Indramayu – Salak pondoh buah, ini biasanya hanya dinikmati dengan dimakan begitu saja atau di buat manisan. Namun, di tangan Kiyah salak pondoh bisa menjadi es yang segar.
Di saat cuaca panas seperti ini, memang paling segar menikmati semangkuk es krim atau es. Es dengan rasa coklat, vanila, atau strawberry tentu sudah biasa. Bagaimana jika es rasa salak pondoh? Rasanya tentu unik dan tidak ada duanya. Bukan sekadar sebagai perasa (topping) saja, tetapi jadi bahan baku utama.
“Bagi sebagian orang mungkin sudah bosan dengan salak, karena itu kami buat inovasi jadi es salak yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang,” kata Kiyah, pemilik warung es salak pondoh Indramayu.
Pembuatan es salak pondoh tidak berbeda jauh dengan es pada umumnya. Hanya terbuat dari gula, serta diproses sedemikian rupa hingga menjadi kristal-kristal es yang lembut dan manis. Khusus es ini, kata Kiyah, dijamin tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet sehingga sangat aman untuk kesehatan.
“Kami pakai gula murni dan tanpa bahan pengawet, jadi tidak bikin batuk, aman dikonsumsi anak-anak,” ujar kiyah.
Kelemahan saya pada waktu promosi yang hanya dari mulut ke mulut saja. Saya belum terpikir untuk buka warung sendiri, Namun, dengan berkeliling Dalam sehari bisa menjual lebih dari 50 bungkus,” ujarnya.
Sejak itu, ia berniat untuk terus meningkatkan promosi, tidak hanya melalui warung dan bekeliling tetapi juga di media online, brosur dan lain-lain.
Banyak juga yang berminat termasuk pada kondisi seperti ini (covid-19) banyak yang memesan esnya melalui online, sehingga tidak perlu lagi pergi ke luar rumah. (Vino)










Komentar