Min.co.id | Indramayu – Bangunan koperasi yang siap digunakan belum cukup untuk menggerakkan ekonomi desa.
Ketersediaan barang, pengurus yang memahami tata kelola, hingga kepastian pasar bagi produk warga menjadi pekerjaan berikutnya agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Hal itu menjadi perhatian dalam verifikasi dan validasi lanjutan KDKMP di Desa Kiajaran Wetan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Senin (19/10/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan bangunan, sarana pendukung, serta sumber daya manusia sebelum koperasi mulai beroperasi.
Kepala Pusat Jaspermildas Mabes TNI, Marsma Drs. Wing Sukarno, M.Or., memimpin kegiatan tersebut didampingi Kolonel Inf. Abdul Samad. Hadir pula Mayor Kav. Daniel Ronge dari Kodim 0616/Indramayu, Danramil 1603/Lohbener Kapten Inf. Arifin, serta Babinsa Desa Kiajaran Wetan Sertu Jaeni Lubis.
Wing Sukarno menyebutkan, hasil pemeriksaan di sejumlah titik menunjukkan sekitar 85 persen lokasi yang telah diverifikasi secara umum siap beroperasi. Meski demikian, masih ada sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi agar koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha secara optimal.
“Dari beberapa titik yang sudah kami lakukan verifikasi, secara garis besar hampir 85 persen sudah siap operasional,” kata Wing Sukarno.
Di balik percepatan tersebut, kesiapan pengurus menjadi bagian penting yang menentukan keberlangsungan koperasi. Bangunan dan fasilitas yang memadai tidak akan banyak berarti jika pengelola belum memahami tanggung jawab serta mekanisme menjalankan usaha.
Wing Sukarno menjelaskan, calon manajer yang telah mengikuti pendidikan diharapkan segera menjalankan tugasnya. Sementara pengurus, sekretaris, dan bendahara masih memerlukan pembekalan serta bimbingan teknis agar pengelolaan koperasi berjalan sesuai tugas masing-masing.
Ketersediaan pasokan barang dan tenaga kerja yang kompeten juga menjadi perhatian. Artinya, percepatan operasional tidak berhenti pada pemeriksaan fisik, tetapi harus diikuti kesiapan menjalankan kegiatan usaha sehari-hari.
Bagi masyarakat desa, tahap ini penting karena keberadaan koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi fasilitas baru, melainkan tempat yang benar-benar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dan mengembangkan usaha.
Salah satu harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah menjadikan KDKMP sebagai saluran pemasaran bagi produk masyarakat setempat.
Telur dari peternak ayam, hasil perikanan, serta padi dan beras menjadi contoh komoditas lokal yang berpotensi dipasarkan melalui koperasi. Jika pengelolaannya berjalan baik dan pasokan tersedia secara berkelanjutan, koperasi diharapkan dapat mempertemukan produk warga dengan konsumen secara lebih terorganisasi.
“Harapannya ada pasokan hasil-hasil produk lokal di wilayah ini yang bisa dijadikan pasar, misalnya telur, perikanan, serta padi yang bisa menjadi beras dan salah satu komoditas yang dijual di koperasi,” ujar Wing Sukarno.
Harapan tersebut memiliki arti penting bagi pelaku usaha kecil, petani, peternak, dan nelayan. Mereka tidak hanya membutuhkan tempat untuk menjual hasil produksi, tetapi juga akses pasar yang berkesinambungan agar kegiatan usaha dapat berkembang.
Namun, manfaat itu nantinya bergantung pada pelaksanaan di lapangan, mulai dari kepastian pembeli, pengelolaan stok, penentuan harga, hingga kemampuan koperasi menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan kepentingan pemasok lokal.
Selain pertokoan atau ritel dan layanan simpan pinjam, KDKMP juga direncanakan memiliki unit usaha lain, termasuk layanan klinik kesehatan. Rencana tersebut diharapkan memperluas manfaat koperasi bagi masyarakat di lingkungan desa.
Meski demikian, setiap unit usaha memerlukan kesiapan tersendiri, baik dari sisi pengelolaan, tenaga yang kompeten, maupun pemenuhan ketentuan yang berlaku. Karena itu, rencana pengembangan layanan perlu diikuti persiapan yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.
Percepatan operasional KDKMP di Kabupaten Indramayu pada akhirnya bukan hanya soal seberapa cepat bangunan dinyatakan siap. Ukuran keberhasilannya juga terletak pada kemampuan koperasi menyediakan barang yang dibutuhkan warga, memberi ruang bagi produk lokal, serta dikelola secara tertib dan berkelanjutan.
Masyarakat tentu berharap koperasi tersebut kelak menjadi bagian dari kegiatan ekonomi sehari-hari, bukan hanya bangunan yang selesai disiapkan. Ketika petani, peternak, nelayan, pelaku UMK, dan konsumen dapat saling terhubung melalui koperasi, peluang untuk memperkuat ekonomi desa akan semakin terbuka.(Wiwin Hidayat)










Komentar