Tiga Kasus Kematian Bayi Jadi Sorotan di Santing, Puskesmas Losarang Dorong Warga Perkuat Pencegahan

Min.co.id | Indramayu — Kesehatan ibu dan anak, tingginya kasus hipertensi dan diabetes, hingga akses pelayanan kesehatan dasar menjadi persoalan yang dibahas dalam Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Di balik pembahasan tersebut, ada kebutuhan yang lebih mendasar  memastikan persoalan kesehatan warga dikenali sejak dini dan ditindaklanjuti bersama.

Dalam musyawarah yang berlangsung di Aula Kantor Pemerintah Desa Santing, Jumat (16/10/2026), salah satu perhatian utama adalah temuan tiga kasus kematian bayi di desa tersebut.

Temuan itu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak serta mendorong upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kegiatan yang digelar Puskesmas Losarang tersebut melibatkan kader Posyandu Desa Santing dan dihadiri Kuwu Santing, H. Tarman, S.E., beserta jajaran pemerintah desa.

Bidan Koordinator Puskesmas Losarang, Bd. Yayah Fajriah, S.ST., menjelaskan, MMD merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergiliran di desa-desa wilayah kerja Puskesmas Losarang.

Forum ini digunakan untuk memaparkan hasil Survei Mawas Diri (SMD), mengidentifikasi persoalan kesehatan, dan membahas langkah penanganannya bersama masyarakat.

“Dalam kegiatan ini, kami menyampaikan hasil survei mawas diri serta memaparkan permasalahan dari semua program. Selanjutnya, permasalahan dan solusinya dibahas bersama masyarakat dan kader,” jelas Yayah.

Temuan tiga kasus kematian bayi menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, mulai dari masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Namun, penyebab kematian tersebut tidak dapat disimpulkan hanya dari hasil musyawarah. Diperlukan data dan evaluasi lebih lanjut dari tenaga kesehatan serta pihak terkait untuk mengetahui faktor yang berkontribusi dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.

Harapannya, pembahasan di tingkat desa dapat mendorong penguatan pemantauan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara teratur, serta peningkatan peran keluarga dan kader dalam mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis.

Dengan begitu, persoalan kesehatan ibu dan anak tidak hanya menjadi catatan dalam laporan tahunan, tetapi juga ditindaklanjuti melalui upaya nyata yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Selain kesehatan ibu dan anak, tingginya angka hipertensi dan diabetes juga menjadi perhatian dalam MMD Desa Santing.

Menurut Yayah, jumlah kasus kedua penyakit tersebut dilaporkan melampaui estimasi yang telah ditetapkan. Kondisi ini mendorong perlunya mengaktifkan kembali Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), khususnya untuk kelompok usia produktif dan lanjut usia.

“Angkanya itu tinggi, angka hipertensi dan angka diabetes itu melebihi dari estimasi kasus, jadi semuanya tinggi. Berarti kan, harus melaksanakan atau menggalakkan kembali Posbindu untuk usia produktif dan lanjut usia,” kata Yayah.

Penguatan Posbindu diharapkan memudahkan warga menjalani pemeriksaan kesehatan, mengetahui faktor risiko sejak dini, serta memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat.

Hipertensi dan diabetes kerap membutuhkan pemantauan jangka panjang. Karena itu, pemeriksaan berkala, kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan, pengaturan pola makan, dan aktivitas fisik sesuai kondisi masing-masing menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit.

Semakin mudah warga mengakses pemeriksaan, semakin besar pula peluang untuk mengenali risiko lebih awal dan mencegah komplikasi melalui penanganan yang tepat.

Musyawarah juga membahas kesehatan lingkungan, keberadaan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta kebutuhan dukungan bagi kader kesehatan.

Penataan lingkungan melalui penanaman tanaman seperti lidah mertua dan sirih gading turut menjadi bahan pembicaraan. Meski demikian, upaya menciptakan lingkungan sehat perlu ditopang langkah yang lebih menyeluruh, seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah, memperbaiki sanitasi, dan memastikan lingkungan tempat tinggal tetap layak.

Sementara itu, sosialisasi pembentukan Poskesdes di desa yang belum memilikinya dinilai penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar.

Dalam pembahasan tersebut, disebutkan bahwa dua gedung telah tersedia, tetapi persoalan insentif kader masih menjadi kendala yang membutuhkan kejelasan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

Ketersediaan gedung saja belum cukup apabila belum didukung tenaga, pembiayaan, dan mekanisme pelayanan yang berjalan secara berkelanjutan. Peran kader juga perlu mendapat perhatian karena mereka menjadi salah satu penghubung antara program kesehatan dan kebutuhan warga sehari-hari.

Bagi Puskesmas Losarang, MMD bukan sekadar forum penyampaian data, melainkan ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan prioritas penanganan masalah kesehatan di lingkungannya.

Puskesmas memaparkan persoalan berdasarkan hasil survei dan program kesehatan, sedangkan masyarakat bersama kader membahas solusi yang dinilai sesuai dengan kondisi desa.

Pendekatan tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tugas tenaga medis. Keluarga, kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung pencegahan penyakit serta memastikan warga yang membutuhkan pelayanan memperoleh bantuan yang tepat.

Ke depan, harapannya hasil musyawarah dapat diterjemahkan menjadi langkah yang jelas: penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pengaktifan kembali Posbindu PTM, peningkatan akses pelayanan dasar, serta penyelesaian kendala yang dihadapi kader dan Poskesdes.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak cukup diukur dari banyaknya program atau tersedianya fasilitas. Ukuran yang lebih penting adalah apakah warga semakin mudah memperoleh pelayanan, penyakit dapat dikenali lebih awal, dan risiko kematian yang sebenarnya dapat dicegah bisa ditekan.

Dari forum musyawarah di Desa Santing, harapan itu bertumpu pada satu hal: persoalan kesehatan yang sudah diketahui harus mendapat tindak lanjut bersama, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (Wiwin Hidayat)

 

Komentar

News Feed