Min.co.id | Bandung – Pergantian Kapolda Jawa Barat bukan hanya tentang berpindahnya jabatan dari satu perwira ke perwira lain.
Di balik panji Ganda Wibawa Cakti yang diserahterimakan, ada tanggung jawab besar yang tetap melekat: menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan pelayanan kepolisian benar-benar dirasakan warga.
Polda Jawa Barat menggelar Upacara Serah Pataka Ganda Wibawa Cakti di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut menandai momentum pergantian kepemimpinan dari Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., kepada Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H.
Bagi masyarakat, pergantian pimpinan di tubuh kepolisian akan memiliki arti ketika perubahan tersebut diikuti pelayanan yang semakin baik. Warga membutuhkan aparat yang tanggap ketika laporan disampaikan, hadir saat perlindungan diperlukan, serta mampu menegakkan hukum secara profesional dan adil.
Di sinilah makna serah pataka tidak berhenti pada tradisi institusi. Panji kesatuan yang diwariskan membawa pesan tentang kehormatan dan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan.
Penunjukan Irjen Pol. Hengki sebagai Kapolda Jabar merupakan bagian dari mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Polri, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Pataka Ganda Wibawa Cakti menjadi simbol identitas dan kehormatan Polda Jawa Barat. Nilai-nilai yang melekat pada panji tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi setiap personel untuk menjaga disiplin, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa serah pataka bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian seluruh personel.
“Pataka Ganda Wibawa Cakti merupakan simbol kehormatan dan jati diri Polda Jawa Barat. Momentum ini hendaknya menjadi penguat komitmen seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, pergantian kepemimpinan harus disikapi dengan semangat kebersamaan dan kesiapan meningkatkan kinerja. Jajaran Polda Jabar diharapkan tetap melanjutkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh wilayah Jawa Barat.
Namun, bagi warga, kehormatan institusi kepolisian tidak hanya tercermin dalam panji yang dijaga atau tradisi yang dilaksanakan. Kehormatan itu juga terlihat dari cara petugas memperlakukan masyarakat, kesungguhan menindaklanjuti laporan, serta konsistensi menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Pergantian Kapolda dan serah pataka telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan nilai-nilai yang dibawa panji Ganda Wibawa Cakti menjadi pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, kepercayaan publik tumbuh bukan hanya dari simbol kehormatan, melainkan dari tindakan yang membuat masyarakat merasa terlindungi, dihargai, dan memperoleh keadilan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polda Jawa Barat, diolah Redaksi






Komentar