Min.co.id | Ciamis — Sekitar 300 jamaah berkumpul di Lapang Ciming, Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Kamis (8/10/2026) pagi.
Mereka menunaikan Salat Istisqa, ikhtiar melalui doa bersama untuk memohon turunnya hujan dan keberkahan bagi kehidupan masyarakat serta lingkungan.
Di tengah harapan itu, warga mengikuti ibadah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cisaga. Salat berlangsung pukul 07.30 hingga 09.00 WIB, dipimpin Imam Aep Badru Salam.
Bagi masyarakat, hujan bukan sekadar perubahan cuaca. Ketersediaan air berkaitan erat dengan kebutuhan rumah tangga, kelangsungan aktivitas sehari-hari, serta kondisi lingkungan. Namun, bahan kegiatan ini tidak merinci dampak kekeringan yang dialami warga Cisaga, sehingga kondisi tersebut masih perlu dikonfirmasi agar gambaran persoalan di lapangan lebih utuh.
Salat Istisqa menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyatukan doa dan harapan. Sejumlah unsur pemerintah dan tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan Salat Istisqa dihadiri Kapolsek Cisaga AKP Misman Asep Zaenal, S.Sos., Camat Cisaga H. Osep Hernandi, S.Kep., M.Kes., Sekmat Cisaga Erwin Ruyanto, S.E., M.M., perwakilan Koramil melalui Babinsa Desa Bangunharja, Kepala KUA beserta staf, para kepala desa se-Kecamatan Cisaga, serta Ketua MUI desa se-Kecamatan Cisaga.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan keterlibatan pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam kegiatan keagamaan di tingkat kecamatan.
Salat Istisqa sendiri merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Bagi jamaah yang hadir, kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual ketika hujan dan keberkahan bagi lingkungan menjadi harapan bersama.
Di lokasi yang sama, personel Polsek Cisaga memantau situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menjaga kelancaran kegiatan. Pengamanan dilakukan agar jamaah dapat beribadah dengan tenang tanpa terganggu persoalan keamanan dan ketertiban.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cisaga AKP Misman Asep Zaenal mengatakan, kehadiran polisi merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika warga menjalankan kegiatan keagamaan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan aman, tertib dan khidmat. Pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri sekaligus untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan Kamtibmas,” ujarnya.
Menurut Misman, kerja sama antara kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Sepanjang pelaksanaan Salat Istisqa, tidak dilaporkan adanya kejadian menonjol maupun gangguan keamanan. Kegiatan berakhir dengan tertib dan lancar.
Salat Istisqa di Cisaga menjadi pengingat bahwa air memiliki arti penting bagi kehidupan. Doa bersama merupakan salah satu bentuk ikhtiar masyarakat, sementara upaya menjaga ketersediaan air juga membutuhkan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kebutuhan warga.
Apabila kekurangan air memang terjadi di wilayah tersebut, informasi mengenai daerah terdampak, sumber air yang masih tersedia, dan langkah penanganan pemerintah akan membantu pembaca memahami persoalan secara lebih konkret.
Bagi sekitar 300 jamaah yang hadir di Lapang Ciming, pagi itu menjadi kesempatan untuk memanjatkan doa bersama. Harapan mereka sederhana hujan turun, lingkungan kembali mendapat air, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar