Min.co.id | Majalengka — Di Dusun Sukapulang, Desa Kepuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, pembangunan Jembatan Merah Putih memasuki tahap penting. Adonan cor dituangkan ke bagian pondasi utama, sementara personel Tim SAR Brimob ikut mengangkat pekerjaan yang membutuhkan tenaga tambahan di tengah proses pembangunan.
Bagi warga sekitar, jembatan tersebut bukan sekadar konstruksi yang perlahan muncul dari tanah. Ketika nantinya selesai dan dapat digunakan, keberadaannya diharapkan menjadi akses penghubung yang membantu aktivitas masyarakat.
Pada Rabu (7/10/2026), Tim SAR Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jabar kembali berada di lokasi bersama tenaga teknis. Mereka membantu pekerjaan di sekitar pondasi, termasuk menyiapkan adonan cor yang digunakan dalam proses pengecoran.
Pekerjaan Berat di Bagian yang Tak Banyak Terlihat
Pondasi mungkin menjadi bagian jembatan yang nantinya tidak banyak dilihat warga. Namun justru dari bagian inilah kekuatan konstruksi dibangun.
Karena itu, proses pengecoran dilakukan dengan hati-hati. Personel Tim SAR bersama tenaga teknis bekerja di area pondasi, sementara mesin cor digunakan untuk membantu proses pekerjaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembangunan yang sudah berjalan sejak September. Sebelumnya, pekerjaan di lokasi juga mencakup pembersihan area, perakitan besi pondasi hingga penanganan kondisi tanah yang sempat mengalami amblas.
Kini perhatian bergeser pada penguatan pondasi utama.
Bukan Hanya Berdiri di Pinggir Proyek
Keterlibatan personel Brimob dalam pembangunan kali ini bukan sekadar berada di lokasi untuk melihat perkembangan pekerjaan. Mereka ikut membantu tenaga teknis pada pekerjaan yang membutuhkan tenaga di lapangan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan personel Tim SAR membantu proses pembangunan bersama tenaga teknis, khususnya pada pekerjaan pengecoran pondasi utama.
“Kehadiran personel Sat Brimob Polda Jabar di tengah proses pembangunan menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Hendra, Kamis (8/10/2026).
Pekerjaan dilakukan bersama dengan tetap memperhatikan ketelitian dan keselamatan selama proses pengecoran.
Menunggu Jembatan yang Bisa Dipakai
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan pembangunan jembatan pada akhirnya bukan seberapa ramai orang yang datang membantu di lokasi.
Yang lebih penting adalah ketika konstruksi selesai, jembatan dapat digunakan dan akses warga menjadi lebih mudah.
Itulah sebabnya tahapan pondasi menjadi penting. Kesalahan pada bagian dasar dapat berpengaruh terhadap konstruksi di atasnya. Karena itu, setiap proses harus dikerjakan secara hati-hati sebelum pembangunan bergerak ke tahap berikutnya.
Personel Tim SAR Brimob dan tenaga teknis pun masih melanjutkan pekerjaan di lokasi.
Jembatan Merah Putih di Sukapulang belum selesai. Tetapi dari pondasi yang satu per satu dicor, warga mulai melihat bentuk dari akses yang kelak diharapkan bisa menghubungkan aktivitas mereka dengan lebih mudah.
Bagi warga, jembatan itu bukan tentang siapa yang paling banyak terlihat bekerja. Yang ditunggu sederhana kapan jembatan itu benar-benar berdiri dan bisa dilalui.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi






Komentar