Min.co.id | Indramayu — Lapangan Bola Gebang Mahesa, Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang, Indramayu, berubah menjadi lautan warga pada Senin malam (5/10/2026). Ribuan masyarakat datang menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diisi santunan anak yatim dan tabligh akbar.
Kerumunan besar membuat pengaturan di sekitar lokasi menjadi bagian penting dari jalannya kegiatan. Warga datang bukan hanya dari sekitar Desa Pangkalan, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain yang ingin mengikuti ceramah Ustadzah Mumpuni Handayayekti.
Di tengah kepadatan tersebut, sejumlah pihak ikut membantu panitia menjaga agar kegiatan tetap berjalan tertib. Salah satunya Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya DPC Kabupaten Indramayu.
Sekitar 300 anggota GRIB Jaya dari sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) dilibatkan untuk membantu pengamanan kegiatan bersama panitia, Karang Taruna, Bhabinkamtibmas dan unsur Muspika Kecamatan Losarang.
Keramaian Besar Membutuhkan Pengaturan
Kehadiran massa dalam jumlah besar selalu membawa persoalan tersendiri dalam sebuah kegiatan terbuka. Arus warga yang datang dan pulang, pergerakan di sekitar lapangan hingga kebutuhan menjaga ketertiban harus diperhatikan agar acara tidak terganggu.
Wakil Ketua I GRIB Jaya DPC Kabupaten Indramayu, Ahmad Yasin, mengatakan pihaknya mendapat arahan dari Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Indramayu, Suwanto atau Penggig, untuk ikut membantu kegiatan tersebut.
“GRIB itu adalah ormas. Sehingga apa pun acara yang sifatnya kemasyarakatan, kami siap membantu, minimalnya dengan tenaga dan pikiran,” ujar Ahmad Yasin.
Menurut dia, jumlah warga yang diperkirakan hadir cukup besar karena tabligh akbar menghadirkan Ustadzah Mumpuni Handayayekti.
Karena itu, GRIB Jaya menyiapkan anggota dari beberapa PAC untuk membantu panitia di lapangan.
“Kami perkirakan ada 300-an personel. Itu melibatkan beberapa PAC,” katanya.
Maulid Bukan Sekadar Ceramah
Peringatan Maulid Nabi di Desa Pangkalan tidak hanya menghadirkan tabligh akbar. Sebelum ceramah berlangsung, kegiatan juga diisi dengan santunan bagi anak yatim.
Bagi warga yang datang, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengikuti pengajian sekaligus bertemu dengan masyarakat lainnya dalam suasana keagamaan.
Namun semakin besar jumlah peserta, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga kegiatan tetap tertib.
Karena itu, keterlibatan berbagai unsur di lapangan menjadi penting agar perhatian panitia tidak hanya tertuju pada rangkaian acara di atas panggung, tetapi juga pada kondisi masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
GRIB Jaya Ingin Hadir di Kegiatan Warga
Ahmad Yasin mengatakan keterlibatan anggota GRIB Jaya tidak hanya diarahkan pada kegiatan keagamaan.
Menurutnya, organisasi tersebut juga ingin ikut membantu kegiatan masyarakat lain selama memiliki dampak positif.
“Selama dapat memberikan dampak yang positif, dengan kegiatan apa pun, GRIB akan berupaya hadir membantu. Tidak hanya PHBI, apa pun kegiatannya yang penting positif, manakala dibutuhkan, GRIB akan selalu siap membantu masyarakat,” tuturnya.
Ia menyebut keterlibatan dalam kegiatan sosial juga menjadi salah satu cara organisasi mendekatkan diri kepada masyarakat melalui aktivitas yang bersifat positif.
Di Lapangan Bola Gebang Mahesa, kehadiran ratusan anggota GRIB Jaya akhirnya menjadi bagian dari aktivitas pengamanan dan membantu kelancaran kegiatan yang dihadiri massa dalam jumlah besar.
Bagi masyarakat yang datang malam itu, hal terpenting adalah mereka dapat mengikuti rangkaian Maulid dengan nyaman hingga acara selesai.
Peringatan Maulid Nabi pun tidak hanya meninggalkan pesan keagamaan dari atas panggung. Di balik keramaian tersebut, ada pekerjaan lain yang tidak kalah penting: memastikan ribuan orang dapat datang, berkumpul dan pulang tanpa persoalan. ( Wiwin Hidayat/red)










Komentar