Min.co.id | Bandung — Bagi 38 anak Panti Asuhan Insan Harapan, hari itu bukan sekadar perjalanan keluar dari lingkungan panti. Mereka mendapat kesempatan melihat langsung berbagai koleksi di Museum Geologi Bandung dan mengenal cerita tentang bumi yang selama ini mungkin hanya ditemui melalui buku atau pelajaran.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Maxim EduTrip yang digelar Maxim Bandung bersama Panti Asuhan Insan Harapan.
Di dalam museum, anak-anak diajak mengenal berbagai informasi mengenai sejarah bumi, perkembangan kehidupan, hingga fenomena geologi. Ruang museum yang biasanya menjadi tempat belajar bagi pengunjung umum berubah menjadi pengalaman baru bagi anak-anak panti tersebut.
Bagi mereka, kegiatan seperti ini memberikan suasana berbeda dari rutinitas sehari-hari di panti.
Tidak hanya melihat koleksi, kunjungan ke museum juga membuka kesempatan bagi anak-anak untuk bertanya, mengamati dan mendapatkan pengetahuan melalui pengalaman langsung.
Belajar Tak Harus di Ruang Kelas
Kegiatan EduTrip memperlihatkan bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas.
Melihat benda koleksi secara langsung dan mendapatkan penjelasan tentang proses terbentuknya bumi dapat memberi pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar membaca materi.
Head of Subdivision Maxim Bandung, Harry Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan memadukan unsur edukasi dan rekreasi.
“Komitmen kami untuk mendukung anak-anak di panti tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga dengan menghadirkan pengalaman baru yang bisa mereka nikmati. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan bagi anak-anak,” ujar Harry.
Bagi anak-anak, pengalaman tersebut mungkin sederhana. Namun, kesempatan mengunjungi tempat baru dan belajar bersama di luar lingkungan panti dapat menjadi kenangan tersendiri.
Pulang Membawa Sembako
Setelah kegiatan edukasi dan rekreasi, dukungan Maxim tidak berhenti pada perjalanan ke museum.
Maxim Bandung juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada Panti Asuhan Insan Harapan.
Bantuan tersebut terdiri dari beras 25 kilogram, makanan ringan, susu kental manis, susu, minyak goreng, gula, garam, kecap dan mi instan.
Berbeda dengan kunjungan museum yang memberikan pengalaman sesaat, bantuan pangan tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari penghuni panti.
Perwakilan Panti Asuhan Insan Harapan, Ari Novandi, mengatakan kegiatan tersebut memberi manfaat bagi anak-anak sekaligus membantu kebutuhan panti.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman baru, dan bantuan sembako juga membantu kebutuhan panti,” kata Ari.
Yang Tersisa Setelah Perjalanan Pulang
Kegiatan sosial sering kali identik dengan pemberian bantuan. Namun bagi anak-anak panti, kesempatan untuk keluar dari lingkungan sehari-hari dan mendapatkan pengalaman baru juga memiliki arti tersendiri.
Museum Geologi menjadi ruang belajar sekaligus tempat mereka menikmati suasana yang berbeda.
Sementara sembako yang dibawa ke panti menjadi bantuan yang manfaatnya dapat dirasakan setelah kegiatan berakhir.
Dua bentuk dukungan itu menyentuh kebutuhan yang berbeda pengalaman untuk memperluas wawasan dan kebutuhan pokok untuk menunjang keseharian.
Bagi Maxim Bandung, kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas sosial perusahaan.
Namun dari sudut pandang anak-anak yang mengikuti perjalanan itu, yang mungkin paling membekas bukan nama kegiatan atau siapa penyelenggaranya.
Melainkan pengalaman melihat dunia di luar panti, mendapatkan pengetahuan baru, dan memiliki satu hari yang berbeda dari biasanya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Maxim Indonesia,Diolah Redaksi










Komentar