Ketika Rumah Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Harapan Sarban Menanti Perbaikan

Min.co.id | Indramayu –  Bagi sebagian orang, rumah adalah tempat pulang. Namun bagi Sarban, warga RT 03/RW 01, Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, rumah juga menjadi penanda betapa terbatasnya kemampuan ekonomi untuk menghadirkan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarga.

Harapan untuk memperbaiki kondisi rumah itu kembali terbuka ketika Bupati Indramayu Lucky Hakim datang langsung ke kediamannya, Minggu (13/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi rumah sekaligus memverifikasi Sarban sebagai calon penerima Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang disalurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu.

Bukan sekadar melihat data, Lucky masuk dan melihat langsung kondisi rumah yang selama ini menjadi tempat Sarban dan keluarganya menjalani kehidupan sehari-hari.

Kunjungan itu menjadi bagian dari verifikasi lapangan untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang memang membutuhkan. Bagi pemerintah daerah, kondisi rumah penerima tidak cukup hanya dibaca melalui dokumen administratif, tetapi perlu dilihat secara langsung.

“Setelah saya melihat langsung, memang layak,” kata Lucky Hakim.

Di rumah Sarban, Bupati juga berbincang dengan pemilik rumah sebelum meninjau bagian dalam dan luar bangunan. Dari kunjungan tersebut, kondisi tempat tinggal calon penerima dapat dilihat secara lebih utuh.

Lucky menilai verifikasi langsung penting agar program sosial tidak sekadar berhenti pada daftar penerima, tetapi benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

“Selain melihat data, verifikasi langsung ke rumah calon penerima program jauh lebih penting agar program dapat mengenai sasaran yang tepat kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Bagi Sarban, program tersebut bukan semata tentang memperbaiki bangunan. Ada harapan yang lebih sederhana: memiliki rumah yang lebih aman untuk ditempati dan lebih nyaman bagi keluarga.

Harapan itu menjadi penting karena rumah merupakan kebutuhan dasar. Ketika kemampuan ekonomi membuat sebuah keluarga tidak mampu memperbaiki tempat tinggalnya sendiri, bantuan menjadi salah satu jalan untuk mengubah kondisi tersebut.

Lucky mengatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong berbagai program peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui sinergi dengan BAZNAS dalam program Rutilahu.

Menurutnya, kelayakan rumah berkaitan langsung dengan rasa aman keluarga, terutama ketika menghadapi cuaca ekstrem.

“Jika kondisi rumah tidak layak, bagaimana jika suatu saat ada angin topan, ada badai. Makanya program Rutilahu ini mudah-mudahan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat,” tuturnya.

Program tersebut juga membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa dan masyarakat agar bantuan benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima.

Di tengah proses itu, kedatangan Bupati ke rumah Sarban menjadi lebih dari sekadar kunjungan. Ada pesan bahwa kondisi sebuah keluarga tidak semestinya hanya menjadi angka dalam data penerima bantuan.

Sementara bagi warga Desa Pegagan, kedatangan Lucky Hakim juga menarik perhatian. Sejumlah warga terlihat antusias mendekat dan meminta berfoto bersama Bupati.

Namun di balik kerumunan dan kamera ponsel, perhatian utama tetap tertuju pada sebuah rumah yang menunggu perubahan.

Sebab, rumah yang layak bukan hanya tentang dinding yang kokoh atau atap yang mampu menahan hujan. Di dalamnya ada keluarga yang ingin tidur dengan tenang, anak-anak yang membutuhkan ruang aman, dan orang tua yang ingin menjalani hari tanpa terus dihantui kekhawatiran terhadap kondisi tempat tinggalnya.

Bagi Sarban, harapan itu kini sedang menunggu diwujudkan.

Dan jika bantuan Rutilahu benar-benar terealisasi, yang diperbaiki bukan hanya sebuah bangunan, melainkan juga ruang tempat sebuah keluarga menggantungkan rasa aman dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Penulis: Wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Liputan Langsung

Komentar

News Feed