Min.co.id | Indramayu — Menjadi wartawan bukan sekadar mampu menulis dan menerbitkan berita. Di balik setiap berita terdapat tanggung jawab untuk mencari fakta, memahami persoalan, melakukan verifikasi, meminta konfirmasi, serta menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pandangan tersebut disampaikan Maskanidi acara Pelantikan Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Indramayu.di Hotel trisula ,Indramayu (29/9/2026) Ia berharap kepemimpinannya dapat menjadi bagian dari upaya mendorong wartawan di Indramayu semakin profesional dan memahami tugas jurnalistik.
Bagi Maskani, organisasi profesi tidak cukup hanya menjadi tempat berkumpul para wartawan. PJI juga harus mampu menjadi ruang pembinaan agar wartawan memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam menjalankan profesinya.
“Saya berharap wartawan menjadi profesional dan mengerti tugas jurnalistik,” ujar Maskani
Menurutnya, profesionalisme wartawan perlu dibangun melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Karena itu, PJI Indramayu ke depan akan diarahkan untuk memberikan ruang peningkatan kemampuan wartawan melalui berbagai kegiatan.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) serta seminar yang berkaitan dengan jurnalistik dan peningkatan kompetensi.
Bagi Maskani, pembinaan tersebut penting agar wartawan tidak hanya memahami bagaimana menulis berita, tetapi juga mengetahui proses jurnalistik secara utuh.
Wartawan perlu memahami bagaimana mencari informasi, menggali fakta, melakukan verifikasi, meminta konfirmasi, menjaga independensi dan menerapkan etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan.
Wartawan Tak Cukup Menunggu Rilis
Tantangan wartawan saat ini semakin besar seiring cepatnya arus informasi digital. Berita dan informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sementara kebenarannya belum tentu telah diperiksa.
Dalam kondisi seperti itu, wartawan dituntut tidak hanya menjadi pihak yang cepat menerbitkan informasi.
Rilis dari lembaga pemerintah, kepolisian, perusahaan atau organisasi dapat menjadi sumber informasi. Namun, pekerjaan jurnalistik tidak berhenti setelah rilis diterima.
Wartawan tetap perlu menggali informasi lebih jauh, mencari fakta di lapangan, melihat persoalan dari sisi masyarakat dan melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berkaitan.
Banyak persoalan publik justru tidak muncul dalam sebuah rilis. Keluhan warga, pelayanan publik, persoalan sosial, pembangunan maupun berbagai peristiwa di lapangan membutuhkan wartawan yang aktif mencari informasi.
Karena itu, menjadi wartawan aktif tidak semata-mata diukur dari seberapa sering seseorang menerima dan menerbitkan rilis.
Diklat dan Seminar Menuju Kompetensi
Rencana pembinaan melalui diklat dan seminar menjadi salah satu agenda yang ingin didorong Maskani dalam kepemimpinannya di PJI Indramayu.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi wartawan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan jurnalistik.
Materinya dapat mencakup teknik penulisan berita, wawancara, verifikasi, konfirmasi, etika jurnalistik, pemahaman Undang-Undang Pers serta berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan pekerjaan wartawan.
Namun, pembinaan tidak berhenti pada kegiatan seminar atau pelatihan. Pengetahuan tersebut harus diterapkan dalam kerja jurnalistik sehari-hari.
Seorang wartawan tetap dituntut mampu membedakan antara fakta, informasi yang belum terverifikasi dan pendapat. Ketika mendapatkan informasi yang berpotensi merugikan seseorang atau suatu pihak, konfirmasi juga menjadi bagian penting sebelum berita diterbitkan.
Profesionalisme Bukan Sekadar Banyak Berita
Profesionalisme wartawan juga tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah berita yang terbit setiap hari.
Ada kalanya wartawan melakukan wawancara, mencari dokumen, mengecek data, melakukan konfirmasi atau mengikuti perkembangan sebuah persoalan yang belum cukup kuat untuk diberitakan.
Karena itu, rutin menjalankan fungsi jurnalistik tidak selalu berarti harus menerbitkan berita setiap hari.
Yang lebih penting adalah adanya aktivitas jurnalistik yang nyata dan konsisten: mencari informasi, memeriksa fakta, melakukan konfirmasi, menjaga independensi dan menghasilkan karya yang memiliki manfaat bagi masyarakat.
Di sinilah organisasi profesi seperti PJI dapat berperan sebagai ruang pembinaan.
Harapan Maskani Setelah Dilantik
Setelah dipercaya memimpin PJI Indramayu, Maskani berharap organisasi tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas wartawan.
Ia ingin PJI menjadi wadah yang mendorong wartawan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan memahami tugas serta fungsi jurnalistik.
Harapan tersebut bukan semata agar semakin banyak berita yang dihasilkan. Lebih jauh, wartawan diharapkan mampu menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Wartawan juga diharapkan tidak kehilangan independensi dalam menjalankan tugasnya. Kedekatan dengan narasumber maupun pihak tertentu tidak boleh menghilangkan sikap kritis, sementara kritik tetap harus dibangun berdasarkan fakta dan proses verifikasi.
Pada akhirnya, harapan Maskani setelah dilantik sebagai Ketua PJI Indramayu bermuara pada upaya membangun wartawan yang lebih profesional.
Bukan hanya mampu menulis berita, tetapi memahami tugas jurnalistik, aktif mencari informasi, melakukan verifikasi dan konfirmasi, menjaga independensi serta bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada publik.
Bagi masyarakat, kualitas jurnalistik bukan sekadar soal siapa yang paling cepat menerbitkan berita. Kepercayaan justru dibangun ketika wartawan mampu menghadirkan informasi yang faktual, terverifikasi dan memiliki kepentingan bagi publik.
Dan bagi PJI Indramayu, harapan tersebut menjadi pekerjaan bersama mendorong wartawan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi dan kembali pada inti profesinya mencari fakta untuk kepentingan masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id.id
Sumber: Wawancara Langsung Dengan Maskani Ketua DPC PJI Indramayu










Komentar