Jalan Lingkungan Dibeton, Warga Karang Anyar Kini Lebih Nyaman Beraktivitas

Min.co.id | Indramayu — Jalan lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari warga Blok Karang Anyar, RT 08 RW 03, Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, kini mulai berubah.

Akses yang sebelumnya kurang nyaman dilalui warga, terutama ketika kondisi jalan becek dan licin saat musim hujan, kini dibenahi melalui pembangunan jalan rabat beton oleh Pemerintah Desa Jangga.

Pembangunan jalan tersebut direalisasikan sepanjang 98 meter dengan lebar 1,50 meter dan ketebalan 0,10 meter. Anggarannya bersumber dari Dana Desa (DD) Tahap II Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp33.775.500.

Pengerjaan dilaksanakan secara langsung oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Jangga pada Sabtu (26/9/2026).

Bagi warga, pembangunan tersebut bukan sekadar perubahan permukaan jalan. Jalan yang lebih rata dan tidak mudah becek diharapkan membuat aktivitas harian menjadi lebih nyaman, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Ketua RT 08, Zaenal Abidin, menyambut baik terealisasinya pembangunan jalan lingkungan tersebut. Ia mengatakan, kondisi jalan sebelumnya cukup menyulitkan warga ketika hujan turun.

“Alhamdulillah, saya atas nama warga RT 08 sangat senang dan bersyukur jalan di lingkungan kami akhirnya dicor. Dulu kalau lewat sini harus ekstra hati-hati, apalagi jika musim hujan, jalannya becek dan licin. Sekarang jalannya jadi bersih, rata, dan nyaman dilewati. Terima kasih kepada pemerintah desa yang sudah memperhatikan kebutuhan warga di sini,” ujar Zaenal.

Ia berharap jalan tersebut dapat dimanfaatkan dan dijaga bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan warga dalam waktu yang lebih panjang.

Sementara itu, Kuwu Desa Jangga, Nedi Prasetyo, mengatakan pembangunan rabat beton tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah desa merespons kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur lingkungan permukiman.

“Pembangunan rabat beton ini merupakan wujud komitmen Pemdes Jangga dalam memanfaatkan alokasi anggaran secara transparan dan tepat guna,” kata Nedi.

Menurutnya, keterbatasan dan efisiensi anggaran membuat pemerintah desa harus menentukan pembangunan berdasarkan skala prioritas serta tingkat kebutuhan masyarakat.

“Di tengah-tengah efisiensi anggaran saat ini, kami berupaya mengalokasikan pembangunan infrastruktur kepada lingkungan masyarakat yang sangat mendesak kebutuhannya. Saya berharap dengan akses jalan yang makin baik ini, mobilitas warga menjadi lancar dan kenyamanan lingkungan dapat dirasakan bersama,” ujarnya.

Nedi juga mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kepedulian warga dalam menggunakan dan memeliharanya.

“Kami juga mengajak warga untuk saling menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar pemanfaatannya tahan lama,” katanya.

Bagi warga Blok Karang Anyar, jalan sepanjang 98 meter itu mungkin terlihat sederhana. Namun, akses tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat—dilalui untuk berbagai aktivitas dan menjadi penghubung antarbagian lingkungan permukiman.

Kini, permukaan jalan yang lebih tertata memberikan perubahan pada akses lingkungan tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pembangunan tetap terawat sehingga manfaatnya tidak berhenti pada selesainya pekerjaan, tetapi dapat dirasakan warga dalam jangka panjang.

Penulis: Wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Peliputan Langsung

Komentar

News Feed