Min.co.id | Jakarta – Kereta api tak lagi hanya disiapkan untuk membawa barang dalam bentuk kemasan. Mulai November 2026, sapi hidup, sayur, buah dan sejumlah komoditas pangan direncanakan ikut menempuh perjalanan menggunakan kereta api melalui rute Banyuwangi–Jakarta pulang-pergi.
Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport pada Selasa (15/9/2026). Kesepakatan itu mengatur pengiriman hasil bumi, pangan, ternak dan komoditas pendukungnya menggunakan moda kereta api.
Yang paling mencuri perhatian adalah rencana pengangkutan sapi hidup. Bagi KAI Logistik, layanan tersebut merupakan skema baru yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengiriman ternak melalui jalur kereta api.
Kerja sama direncanakan berjalan mulai November 2026 hingga Desember 2030. Selama periode tersebut, volume angkutan yang direncanakan mencapai 84.200 gerbong datar.
Tidak hanya sapi, komoditas yang masuk dalam kerja sama mencakup sayuran, buah-buahan dan berbagai kebutuhan pangan. Pengiriman dilakukan menggunakan kontainer khusus yang disesuaikan dengan jenis dan karakteristik muatan.
Untuk pengangkutan hewan hidup, standar keselamatan dan kesejahteraan ternak menjadi bagian yang tidak bisa diabaikan. Kontainer yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis, kelayakan operasional, pengujian dan sertifikasi serta ketentuan yang berlaku sesuai peruntukannya.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat koneksi antara daerah penghasil komoditas dengan wilayah yang menjadi pusat konsumsi.
Menurut dia, distribusi pangan membutuhkan sistem pengiriman yang aman, terjadwal dan dapat diandalkan agar pasokan dapat bergerak dari sentra produksi menuju pasar secara lebih efektif.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Aniek Dwi Deviyanti mengatakan pengangkutan ternak hidup melalui kereta menjadi layanan baru bagi perusahaan.
“Pengembangan layanan ini menjadi langkah inovatif karena menghadirkan skema pengangkutan komoditas hasil bumi, pangan, dan pendukungnya dengan karakteristik khusus, termasuk hewan ternak hidup melalui moda kereta api,” ujar Aniek.
Sementara Direktur Utama PT Bogantara Indo Transport M. Farid Nor Rohman menyebut kerja sama tersebut diharapkan membuat distribusi komoditas dari wilayah produksi menuju pasar menjadi lebih efektif dan berkesinambungan.
Ia juga berharap pengembangan layanan dapat diperluas ke wilayah lain, termasuk Sumatra dan Kalimantan.
Bagi masyarakat, pengembangan jalur logistik ini pada akhirnya akan diuji bukan hanya dari banyaknya komoditas yang dapat diangkut. Yang lebih penting adalah bagaimana barang dan ternak dari sentra produksi dapat tiba di wilayah tujuan dengan aman, terjadwal dan tetap memenuhi standar penanganan.
Setelah perjanjian ditandatangani, kedua pihak akan memasuki tahap persiapan implementasi, termasuk menyiapkan operasional, standar pelayanan dan mekanisme pengangkutan sesuai kesepakatan.
Jika terealisasi sesuai rencana, Banyuwangi Jakarta akan menjadi salah satu jalur yang mempertemukan sentra produksi dengan pasar melalui moda kereta api. Sapi hidup pun bersiap menjadi salah satu muatan yang menempuh perjalanan panjang di atas rel.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: KAI Logistik, diolah Redaksi










Komentar