Min.co.id | Ciamis – Waktu boleh membawa para santri Al-Falaah menempuh jalan hidup masing-masing, tetapi kenangan tentang tempat mereka belajar dan tumbuh rupanya belum ikut hilang. Minggu (13/9/2026), halaman Pondok Pesantren Al-Falaah, Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, kembali dipenuhi para alumni yang datang untuk merayakan Milad dan Reuni Himpunan Alumni Al-Falaah (HANIFA) ke-XI.
Pertemuan itu bukan sekadar agenda tahunan. Bagi para alumni, reuni menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan guru, sahabat dan lingkungan pesantren yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri unsur pemerintahan Kecamatan Purwadadi, Pemerintah Desa Sukamulya, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus pesantren, para alumni serta personel Polsek Lakbok Polres Ciamis yang hadir untuk memberikan pengamanan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tawasul, Mars Al-Falaah, sambutan, penyampaian pesan dari alumni hingga taushiyah yang disampaikan KH. Miftah Farid, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoer Pasir Batang, Tasikmalaya.
Di tengah suasana pertemuan itu, kehadiran kepolisian mengambil peran yang berbeda. Personel Polsek Lakbok tidak datang untuk mengambil panggung, tetapi memastikan kegiatan berjalan aman sehingga para alumni dan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tenang.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kami hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat sehingga seluruh rangkaian Milad dan Reuni HANIFA dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Kami juga mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menciptakan suasana yang kondusif selama kegiatan berlangsung,” ujar Tri Widiyanto.
Menurutnya, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Sinergi antara aparat, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan peserta kegiatan menjadi bagian penting agar ruang berkumpul masyarakat tetap berlangsung tertib.
Reuni HANIFA akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan para alumni. Di tempat yang sama ketika dulu mereka belajar, mereka kembali bertemu dalam suasana yang berbeda—membawa pengalaman hidup masing-masing, tetapi tetap terikat oleh satu kenangan yang sama.
Sementara bagi kepolisian, memastikan pertemuan tersebut berlangsung aman merupakan bagian dari tugas untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Selama kegiatan Milad dan Reuni HANIFA ke-XI berlangsung, situasi terpantau aman, lancar dan kondusif.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar