1.259 Personel Gabungan Latihan Sispamkota di Bandung, Antisipasi Kerawanan Massa Diuji

Min.co.id | Bandung – Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) penanganan huru-hara di Lapangan Tegalega, Jalan Otista, Kota Bandung, Rabu (9/9/2026).

Sebanyak 1.259 personel dari berbagai unsur mengikuti latihan tersebut. Mereka berasal dari Polrestabes Bandung, Polresta Bandung, Polres Cimahi, Polres Sumedang, Polda Jawa Barat, TNI, serta sejumlah instansi terkait.

Latihan itu tidak hanya menguji kesiapan personel di lapangan, tetapi juga pola komunikasi dan koordinasi antarsatuan ketika menghadapi situasi yang berpotensi berkembang menjadi gangguan keamanan dalam skala besar.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., memimpin apel latihan yang turut dihadiri sejumlah pejabat kepolisian dan unsur pemerintah daerah, di antaranya Karoops Polda Jabar, Wakapolrestabes Bandung, Kapolres Cimahi, Kapolres Sumedang, para pejabat utama, Kadishub Kota Bandung, Kepala BPBD, para Kapolsek serta Perwira Pengendali.

Dalam arahannya, Dedi menekankan kesiapan setiap personel memahami tugas masing-masing apabila situasi kontingensi benar-benar terjadi.

Bagi aparat, latihan tersebut menjadi kesempatan untuk menguji apakah pembagian tugas, penggunaan peralatan, komunikasi, hingga koordinasi dengan instansi lain dapat berjalan sebagaimana skenario yang telah disiapkan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan simulasi diharapkan dapat membentuk kemampuan personel dalam mengambil tindakan secara cepat dan terukur dengan tetap mengacu pada prosedur yang berlaku.

“Pelaksanaan simulasi Sispamkota diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel dalam mengambil tindakan secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Hendra.

Menurutnya, pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur menjadi bagian penting dalam pengamanan ketika situasi mengalami peningkatan eskalasi.

Hendra juga menekankan agar aspek keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam pelaksanaan pengamanan.

Setelah apel, latihan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Dr. H. Asep Saepudin, S.Pd., M.H.

Dalam sesi tersebut, personel mendapatkan gambaran mengenai skenario latihan, pembagian tugas dan penempatan pasukan. Jalur evakuasi serta tahapan tindakan ketika gangguan keamanan meningkat juga dibahas sebagai bagian dari persiapan menghadapi situasi kontingensi.

Latihan Sispamkota menjadi penting karena penanganan gangguan keamanan yang melibatkan massa membutuhkan lebih dari sekadar jumlah personel. Kesamaan pemahaman mengenai komando, komunikasi, pembagian tugas dan koordinasi lintas instansi menjadi faktor yang ikut menentukan respons di lapangan.

Bagi Polres Rayon Bandung Raya, simulasi ini sekaligus menjadi ruang untuk melihat kesiapan personel sebelum menghadapi kemungkinan situasi nyata yang membutuhkan pengerahan kekuatan secara terpadu.

Hendra mengatakan latihan tersebut diharapkan membuat setiap personel memahami peran masing-masing serta mampu berkoordinasi ketika menghadapi potensi gangguan keamanan.

“Melalui latihan ini, seluruh personel diharapkan mampu memahami peran masing-masing, meningkatkan kemampuan koordinasi, serta membangun kesiapan dalam menghadapi setiap potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Rayon Bandung Raya,” ujarnya.

Dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI dan instansi terkait, latihan yang digelar di Tegalega tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi situasi yang membutuhkan respons bersama, khususnya ketika gangguan keamanan berkembang dan membutuhkan pengamanan dalam skala lebih luas.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar, diolah Redaksi

Komentar

News Feed