Dari Pupukan Warga, Semangat Kemerdekaan Tumbuh di Blok Plasah

Min.co.id | Indramayu – Tak ada panggung besar yang dibangun dari anggaran mewah di Blok Plasah, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Yang ada justru urunan warga, tenaga para pemuda, dan keinginan sederhana untuk membuat perayaan kemerdekaan tetap hidup di kampung mereka.

Dari hasil pupukan atau urunan warga itulah rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dipersiapkan. Pemuda RT 05 bersama sebagian pemuda dan masyarakat RT 02 hingga RT 04 bergotong royong menyiapkan berbagai kegiatan yang akan berlangsung pada 17-18 Agustus 2026.

Pusat kegiatan berada di Blok Plasah RT 05 RW 02. Sekitar 19 orang masuk dalam kepanitiaan untuk mengurus berbagai kebutuhan, mulai dari perlengkapan acara, konsumsi, hingga hiburan dan hadiah perlombaan.

Ketua panitia, Roynaldi, mengatakan biaya kegiatan sebagian besar berasal dari urunan pemuda dan masyarakat. Cara sederhana tersebut menjadi modal utama warga untuk menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan mereka.

“Alhamdulillah, dari hasil pupukan pemuda RT 05 dan dari sebagian pemuda dan masyarakat RT 02 sampai RT 04, bisa buat konsumsi dan lain-lain, di antaranya bayar sewa tenda, organ, Singa Depok, dan hadiah hiburan lomba,” ujar Roynaldi.

Menurut Roynaldi, dukungan juga datang dari sejumlah donatur. Di antaranya Bagus, warga yang bekerja di Taiwan, serta Korea Team Najuna Squad, Boss Edi dan E’eng.

Dukungan tersebut membuat panitia memiliki ruang lebih untuk menyiapkan kegiatan yang tidak hanya ditujukan bagi pemuda, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat dari berbagai usia.

Pada 17 Agustus 2026 siang, suasana Blok Plasah akan diisi berbagai lomba hiburan untuk masyarakat. Permainan tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Ketika sore berganti malam, kemeriahan dilanjutkan dengan hiburan organ. Warga kembali akan mendapat hiburan pada 18 Agustus 2026 melalui pertunjukan Singa Depok Putra Pa’i Muda dari Cipedang Dasir.

Bagi masyarakat kampung, rangkaian acara semacam itu bukan semata tentang hiburan. Di balik perlombaan dan pertunjukan, terdapat kesempatan bagi warga dari beberapa RT untuk bertemu, berbincang, dan bekerja bersama.

Agung, salah seorang anggota panitia, berharap kegiatan tahun ini dapat berjalan lancar sekaligus menjadi pijakan untuk mempertahankan tradisi kebersamaan pada perayaan tahun-tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan acara Agustusan tahun ini lancar dan sukses, agar untuk tahun depan bisa mengadakan acara meriah lagi untuk HUT Kemerdekaan RI,” kata Agung.

Cerita perayaan kemerdekaan di Blok Plasah menjadi menarik justru karena bermula dari sesuatu yang sederhana. Tidak ada satu pihak yang menanggung seluruh kebutuhan acara. Warga menyisihkan kemampuan masing-masing, sementara para pemuda mengambil bagian dalam persiapan dan pelaksanaan.

Bagi Roynaldi, dukungan tersebut menjadi alasan untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih untuk semua pemuda dan masyarakat yang telah mendukung dan ikut berpartisipasi dalam acara ini,” ujarnya.

Semangat seperti itu membuat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Blok Plasah bukan hanya soal lomba, musik atau pertunjukan budaya. Ada cerita tentang warga yang mengumpulkan sedikit demi sedikit kemampuan mereka hingga menjadi sebuah kegiatan bersama.

Dari uang urunan, tenaga panitia, dukungan perantau, hingga partisipasi masyarakat, sebuah perayaan kemerdekaan pun dipersiapkan.

Dan ketika perlombaan dimulai, musik dimainkan, serta pertunjukan Singa Depok digelar, yang dirayakan warga bukan hanya bertambahnya usia Republik Indonesia. Mereka juga sedang merayakan satu hal yang masih mereka miliki bersama gotong royong.

Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dengan Ketua Panitia Roynaldi

Komentar

News Feed