Turnamen Antar-RT Rancamulya Jadi Panggung Kebersamaan Jelang 17 Agustus

Min.co.id |  Indramayu –  Suara sorak dari pinggir lapangan, anak-anak yang berlarian, hingga warga yang datang memberi dukungan membuat suasana Desa Rancamulya, Kabupaten Indramayu, terasa berbeda menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lapangan desa menjadi titik berkumpul warga pada Kamis (13/8/2026), ketika Karang Taruna Rancamulya menggelar turnamen sepak bola antar-RT sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut 17 Agustus.

Bagi warga, pertandingan bukan semata soal siapa yang mencetak gol paling banyak. Lapangan justru menjadi ruang bertemunya berbagai kalangan untuk saling mendukung tim dari lingkungan masing-masing.

Turnamen yang digelar Karang Taruna di bawah kepemimpinan Syarif tersebut mendapat dukungan dari Kuwu Rancamulya, Waryanto.

Dua pertandingan berlangsung pada hari itu. Laga pertama Grup B mempertemukan Blok Desa melawan Satap-A mulai pukul 15.00 WIB. Blok Desa tampil sebagai pemenang setelah mengakhiri pertandingan dengan skor 4-2.

Sekitar satu jam kemudian, pertandingan Grup A mempertemukan Raswan-A dengan Wijung. Persaingan berlangsung ketat sebelum Wijung memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

Ketika Lapangan Menjadi Tempat Bertemu

Ketua Karang Taruna Rancamulya, Syarif, mengatakan turnamen tersebut sengaja digelar agar semangat menyambut kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh kelompok tertentu.

Menurutnya, pertandingan olahraga menjadi salah satu cara sederhana untuk mengumpulkan masyarakat sekaligus membangun interaksi antarl lingkungan.

“Bukan hanya anak muda, kami ingin semua warga ikut merasakan kemeriahan 17 Agustus, lewat pertandingan seperti ini warga bisa berkumpul dan saling mendukung,” kata Syarif.

Dukungan warga pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertandingan. Mereka datang menyaksikan permainan, memberikan semangat, sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan sendiri.

Bagi anak-anak, lapangan menjadi tempat bermain dan menyaksikan pertandingan. Sementara bagi orang dewasa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk bertemu dan bercengkerama dengan tetangga.

Menang Kalah di Lapangan, Persaudaraan Tetap Dijaga

Syarif menilai hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan turnamen. Ia justru berharap persaingan di lapangan tidak terbawa menjadi persoalan di luar pertandingan.

“Menang kalah itu biasa, yang penting setelah pertandingan kita tetap saudara, tetap guyub dan tidak ada masalah, mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena turnamen mempertemukan tim dari lingkungan yang masih berada dalam satu desa. Persaingan boleh terjadi selama pertandingan, tetapi hubungan antarwarga tetap harus dijaga.

Turnamen sepak bola antar-RT akhirnya menjadi cara warga Rancamulya mengisi momentum menjelang 17 Agustus. Tidak membutuhkan panggung besar untuk menghadirkan kemeriahan; cukup sebuah lapangan, dua tim yang bertanding, dan warga yang datang memberikan dukungan.

Di tengah skor 4-2 dan 2-1 yang tercatat di papan hasil pertandingan, ada cerita lain yang tidak kalah penting: sepak bola menjadi alasan warga berkumpul, sementara semangat kemerdekaan menjadi alasan mereka menjaga kebersamaan.

Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi min.co.id
Sumber: Wawancara dengan Syarif, Ketua Karang Taruna Desa Rancamulya

Komentar

News Feed