Min.co.id | Bandung — Sebuah jembatan baru kini berdiri di Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Infrastruktur yang diberi nama Jembatan Merah Putih itu diresmikan pada Kamis (13/8/2026), bertepatan dengan rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Peresmian dilakukan serentak secara nasional melalui konferensi video yang dipimpin Presiden Republik Indonesia. Di Jawa Barat, kegiatan dipimpin Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Wakil Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati Bandung, jajaran Pejabat Utama Polda Jabar, tamu undangan, serta perwakilan masyarakat Desa Panenjoan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi masyarakat, keberadaan jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penanda pembangunan fisik, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Jalur penghubung yang lebih baik dapat membantu warga dalam menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Target 155 Jembatan
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menyampaikan perkembangan pembangunan jembatan yang menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur penghubung di berbagai wilayah Jawa Barat.
Ia menyebut dari target sebanyak 155 jembatan, sebanyak 137 jembatan telah dibangun. Sementara satu jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan dengan progres sekitar 60 persen.
“Alhamdulillah dari target 155 jembatan, sudah dibangun sebanyak 137 jembatan, dan satunya sedang dibangun dan sudah 60%. Tinggal menunggu selesai, mudah-mudahan minggu-minggu terakhir ini selesai,” ujar Pipit.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pembangunan.
Pipit berharap jembatan yang dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan konektivitas antarwilayah.
Bukan Sekadar Bangunan Penghubung
Jembatan Merah Putih di Panenjoan diharapkan menjadi bagian dari penggerak aktivitas masyarakat. Ketika akses semakin mudah, ruang gerak warga untuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan maupun pusat kegiatan ekonomi juga diharapkan semakin terbuka.
Selain fungsi tersebut, keberadaan jembatan juga diharapkan memperkuat hubungan antarkawasan dan mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Bandung.
Namun, pembangunan fisik tidak berhenti pada saat peresmian. Warga juga memiliki peran untuk menjaga fasilitas tersebut agar tetap dapat digunakan dalam jangka panjang.
Peresmian yang berlangsung khidmat itu mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Harapan warga kini tertuju pada manfaat nyata jembatan setelah mulai digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Jembatan Merah Putih akhirnya bukan hanya tentang beton, konstruksi dan panjang bentang. Bagi masyarakat Panenjoan, keberadaannya adalah tentang akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih mudah, dan peluang agar aktivitas sosial maupun ekonomi dapat bergerak tanpa terhambat persoalan konektivitas.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid humas Polda Jawa Barat,diolah redaksi










Komentar