Min.co.id | Indramayu — Menjelang senja, puluhan warga Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, bergotong royong menyelesaikan pengecoran Jembatan Beton Garuda, Jumat (7/8/2026).
Di balik adukan semen yang terus mengalir, tersimpan harapan agar akses masyarakat menuju lahan pertanian, sekolah, dan pusat aktivitas menjadi lebih mudah sekaligus mendorong roda perekonomian desa.
Suara mesin pengaduk beton berpadu dengan canda dan semangat warga yang saling bergantian mengangkat ember berisi adukan semen. Tanpa dikomando, setiap orang mengambil perannya masing-masing. Sebagian meratakan permukaan beton, sebagian lainnya mengangkut material, sementara yang lain memastikan proses pengecoran berjalan lancar hingga selesai.
Bagi masyarakat Blok Kubanggading Utara, Jembatan Beton Garuda bukan sekadar infrastruktur penghubung. Selama ini, jalur tersebut menjadi akses penting yang digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari menuju lahan pertanian, mengangkut hasil panen, hingga menghubungkan permukiman dengan wilayah sekitarnya.
Semangat kebersamaan semakin terasa ketika personel TNI dari Kodim 0616/Indramayu, anggota Polri, perangkat Desa Cipancuh, serta masyarakat bekerja berdampingan tanpa membedakan seragam maupun latar belakang. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada anggaran, tetapi juga lahir dari kepedulian dan partisipasi masyarakat.
Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., mengatakan pembangunan Jembatan Beton Garuda diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas dan mendukung aktivitas ekonomi warga.
“Kami berharap jembatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang dan menjadi akses yang mendukung berbagai aktivitas warga,” katanya.
Hal senada disampaikan Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., yang menilai budaya gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam mendukung pembangunan hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam pembangunan menunjukkan bahwa semangat kebersamaan tetap terpelihara dan menjadi modal sosial yang penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang.
Menjelang matahari terbenam, pekerjaan pengecoran memasuki tahap akhir. Ember-ember yang sejak sore berpindah tangan mulai diletakkan di tepi jalan, sementara warga membersihkan sisa material yang masih berserakan di sekitar lokasi.
Bagi masyarakat Desa Cipancuh, selesainya proses pengecoran bukan sekadar menandai bertambahnya satu infrastruktur baru. Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi simbol kebersamaan yang lahir dari gotong royong dan kepedulian bersama terhadap masa depan desa.
Ketika nanti kendaraan mulai melintas di atas Jembatan Beton Garuda, yang akan dikenang bukan hanya kokohnya bangunan itu, tetapi juga cerita tentang puluhan tangan yang bekerja bersama, menyatukan tenaga dan harapan demi kemudahan hidup masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim 0616/Indramayu,diolah redaksi










Komentar