Min.co.id | Trenggalek – Di tengah musim kemarau yang mulai mengeringkan sumber-sumber mata air, secercah harapan hadir bagi warga Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Kesulitan memperoleh air bersih yang selama beberapa waktu membayangi kehidupan sehari-hari warga mendapat perhatian melalui aksi nyata sinergi TNI bersama pemerintah dan sejumlah instansi terkait.
Pada Sabtu (1/8/2026), Koramil 0806-11/Panggul, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dan PDAM Trenggalek menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Bantuan tersebut menjadi respons cepat atas menurunnya debit sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan warga.
Distribusi air dilakukan langsung oleh Bati Wanwil Koramil 0806-11/Panggul, Serma Suhardjo, bersama tim BBWS Brantas dan PDAM Trenggalek. Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi agar bantuan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga Desa Ngrencak, bantuan tersebut bukan sekadar pasokan air, melainkan bentuk kepedulian yang memberi harapan di tengah sulitnya memenuhi kebutuhan dasar. Air bersih yang datang diharapkan mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Serma Suhardjo mengatakan, keterlibatan TNI dalam penyaluran bantuan merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak musim kemarau.
“TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih saat warga menghadapi kesulitan. Bersama pemerintah dan seluruh unsur terkait, kami berkomitmen memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kami kepada rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Koramil 0806-11/Panggul akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, BBWS Brantas, PDAM Trenggalek, serta pemerintah desa untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Apabila musim kemarau berkepanjangan dan kebutuhan air bersih masih tinggi, distribusi bantuan akan terus diupayakan sesuai kondisi dan ketersediaan pasokan.
Penyaluran bantuan berlangsung tertib dengan melibatkan masyarakat setempat. Gotong royong warga saat proses distribusi menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan musim kemarau.
Kolaborasi antara TNI, BBWS Brantas, PDAM Trenggalek, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya penanganan dampak kekeringan secara berkelanjutan. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa ketika masyarakat menghadapi kesulitan, negara hadir melalui kerja sama lintas sektor untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim 0806/Trenggalek,Diolah Redaksi










Komentar