Min.co.id | Bandung – Dedikasi insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif mendapat apresiasi dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melalui Penganugerahan Lomba Jurnalistik Polda Jabar dalam rangka Hari Bhayangkara 2026. Ajang tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas karya jurnalistik terbaik, tetapi juga momentum memperkuat kemitraan antara Polri dan media dalam menghadapi tantangan derasnya arus informasi di era digital.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., pada Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa media profesional memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang faktual sekaligus menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi di tengah masyarakat.
Menurut Irjen Pipit, sinergi antara Polri dan media harus terus diperkuat agar informasi yang diterima publik benar-benar berdasarkan fakta, telah melalui proses verifikasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi awal untuk memperkokoh kolaborasi. Ke depan kami ingin menghadirkan berbagai program bersama media agar kemitraan ini semakin kuat,” ujar Irjen Pipit.
Kapolda menilai, di tengah pesatnya perkembangan media sosial, masyarakat kini dapat dengan mudah merekam dan menyebarkan berbagai informasi hanya dalam hitungan detik. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa maraknya informasi yang belum tentu benar dan berpotensi menyesatkan publik.
Karena itu, media arus utama dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk tetap mengedepankan objektivitas, akurasi, dan kepatuhan terhadap kaidah jurnalistik.
“Dalam penegakan hukum kami tidak bisa bekerja berdasarkan asumsi atau persepsi. Semua harus faktual dan terverifikasi. Begitu juga informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi informasi, Irjen Pipit mengungkapkan bahwa seluruh jajaran Polda Jawa Barat telah diinstruksikan agar tidak menyampaikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Verifikasi menjadi prinsip utama agar setiap informasi yang diterima masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Ia juga mengajak insan pers menjadi mitra strategis dalam membangun ruang informasi yang sehat melalui pemberitaan yang edukatif, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami membutuhkan peran jurnalis profesional untuk menjernihkan ruang informasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra dalam membangun komunikasi publik yang sehat,” katanya.
Tak hanya itu, Kapolda Jabar menegaskan bahwa institusi yang dipimpinnya terbuka terhadap kritik yang bersifat membangun. Menurutnya, kritik yang disampaikan berdasarkan fakta merupakan bagian penting dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kalau memang ada yang perlu dikritisi dan itu berdasarkan fakta, silakan dikritisi. Kami akan memperbaikinya,” ujarnya.
Irjen Pipit juga mengajak media mendukung berbagai program Polda Jawa Barat, salah satunya melalui gerakan Jawara (Jaga dan Rawat Jawa Barat) yang bertujuan memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keamanan, ketertiban, serta penyebaran narasi positif.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan kolaborasi yang selama ini terjalin baik dengan insan pers perlu terus diperkuat.
Menurutnya, kritik yang konstruktif, masukan yang objektif, dan pemberitaan yang profesional menjadi energi positif bagi Polri untuk terus berbenah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami mengajak seluruh insan pers bersama-sama menjadi Jawara, Jaga dan Rawat Jawa Barat,” ujar Hendra, Kamis (30/7/2026).
Ketua Dewan Juri Lomba Jurnalistik, Irwan Nasir, turut mengapresiasi komitmen Polda Jabar yang memberikan kebebasan penuh kepada dewan juri selama proses penilaian berlangsung.
Ia menegaskan, tidak ada intervensi dari pihak mana pun sehingga independensi dan objektivitas tetap terjaga. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti penghormatan Polda Jabar terhadap profesionalisme dunia jurnalistik.
“Independensi merupakan ruh media. Karena itu kami mengapresiasi Polda Jabar yang memberikan kebebasan penuh kepada dewan juri tanpa intervensi dalam menentukan pemenang,” ungkap Irwan.
Ia menjelaskan, karya-karya yang mengikuti lomba berasal dari berbagai media arus utama di Jawa Barat dengan tema kepolisian. Beragam karya tersebut mengangkat sisi humanis anggota Polri, ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, hingga pengabdian kepolisian di tengah masyarakat.
Dalam penganugerahan tersebut, dewan juri menetapkan tiga karya terbaik sebagai pemenang Lomba Jurnalistik Polda Jabar Tahun 2026, yakni:
- Juara I diraih Rahmat Hidayat dari Tribunnews Bogor melalui karya berjudul “Kisah Kampung Bebas Narkoba Cikaret Bogor, Bandar Besar Kini Insaf Jadi Peternak Domba Garut”.
- Juara II diraih Jejep Falahul Alam dari KabarMajalengka.Pikiran-Rakyat.com melalui karya “Ketika Harapan Jadi Ketahanan Pangan”.
- Juara III diraih Dede Adhitama dari BritaSatu.com melalui karya “Dari Layar Ponsel, Pengabdian Tumbuhkan Harapan di Pesisir Mundu”.
Melalui penganugerahan ini, Polda Jawa Barat berharap hubungan yang harmonis dengan insan pers semakin erat. Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, kolaborasi antara kepolisian dan media profesional menjadi fondasi penting dalam menghadirkan informasi yang benar, menangkal hoaks, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi










Komentar