Min.co.id| Jayapura – Langit Papua kembali diselimuti duka. Seorang pilot yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri menerbangkan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan ke wilayah pedalaman, Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, dipastikan meninggal dunia akibat luka tembak dalam insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kepastian tersebut disampaikan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 usai proses evakuasi, pemeriksaan medis, dan penyelidikan awal terhadap peristiwa yang menyita perhatian nasional hingga internasional itu.
Jenazah korban sebelumnya dievakuasi dari Timika menggunakan pesawat Boeing 737 pada Jumat (3/7/2026) pukul 16.30 WIT dan tiba di Jayapura sekitar pukul 17.30 WIT.
Setibanya di Jayapura, prosesi penghormatan berlangsung khidmat. Ibadah penguatan dipimpin Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You, dihadiri Kaops Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, Wakaops Damai Cartenz Kombes Pol. Adarma Sinaga, serta sejumlah pejabat TNI-Polri dan unsur terkait.
Setelah penghormatan terakhir, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan visum oleh tim forensik sebelum diserahkan kepada pihak PT AMA.
Dalam konferensi pers, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya pilot yang selama ini dikenal melayani penerbangan kemanusiaan di wilayah pedalaman Papua.
“Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penyebab kematian dapat dipastikan melalui pemeriksaan luar yang didukung radiologi sehingga autopsi tidak diperlukan.
“Penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol. Dr. dr. Rommy Sebastian, mengungkapkan hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya luka tembak yang sangat fatal.
Tim dokter menemukan luka terbuka di kepala, dahi, pipi kiri, dan sekitar telinga kanan, disertai patah tulang rahang atas maupun bawah akibat benturan keras.
Yang paling menentukan, ditemukan luka tembak masuk di pipi kiri dengan karakteristik contact gunshot wound, yakni moncong senjata menempel langsung pada permukaan kulit saat ditembakkan.
Peluru menembus hingga keluar di sekitar telinga kanan dan menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak.
“Cedera tersebut menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” terang dr. Rommy.
Di sisi lain, Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, mengungkapkan hasil penyelidikan sementara mengarah kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.
Menurutnya, identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan saksi, analisis media sosial, hingga dokumentasi visual di lokasi kejadian.
“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga,” ujarnya.
Penyidik juga menemukan foto yang memperlihatkan seseorang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar.
Hasil identifikasi memastikan sosok tersebut adalah M. Mbalingga, yang sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan melalui media sosial.
Meski demikian, hubungan kelompok Bakusip dengan kelompok pimpinan Elkius Kobak masih terus didalami oleh penyidik.
Satgas juga menegaskan bahwa motif penyerangan masih dalam proses penyidikan, meskipun sebelumnya kelompok tersebut sempat mengeluarkan ancaman terhadap aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan PT AMA menjalankan aktivitas di luar misi kemanusiaan, Satgas Operasi Damai Cartenz membantah keras narasi tersebut.
Kombes Pol. Yusuf Sutejo menegaskan bahwa berdasarkan komunikasi dengan pihak manajemen PT AMA dan Uskup Jayapura, maskapai tersebut selama 67 tahun hanya menjalankan pelayanan kemanusiaan dan keagamaan bagi masyarakat pedalaman Papua.
“PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” katanya.
Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan proses penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh pelaku, jaringan yang terlibat, serta motif di balik penyerangan tersebut.
Bagi masyarakat pedalaman Papua, pesawat-pesawat kecil seperti milik PT AMA bukan sekadar alat transportasi. Pesawat itu menjadi penghubung kehidupan, membawa obat-obatan, tenaga kesehatan, logistik, hingga harapan bagi warga di wilayah yang sulit dijangkau. Kepergian Captain Nicholas F. Goselin pun meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini merasakan manfaat dari pengabdiannya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Humas Polri,Diolah Redaksi










Komentar