Min.co.id | Indramayu – Semangat juang tak mengenal usia. Di atas arena pertandingan, seorang bocah berusia 4,5 tahun berdiri penuh percaya diri mengenakan dobok putih. Di sisi lain, atlet-atlet senior bertarung dengan determinasi tinggi. Mereka datang membawa satu mimpi yang sama: mengharumkan nama Kabupaten Indramayu.
Mimpi itu pun menjadi kenyataan. Tim Mangoes Taekwondo Fans Club (MTFC) Indramayu sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International 2nd Gelora Taekwondo Indonesia Championship yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, 19–21 Juni 2026.
Dari 26 atlet yang diturunkan, MTFC berhasil membawa pulang 25 medali, terdiri atas 11 medali emas, 8 medali perak, dan 6 medali perunggu. Raihan tersebut mengantarkan MTFC menempati peringkat ke-13 dari 172 tim peserta yang berasal dari berbagai daerah dan lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Australia, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.
Kejuaraan yang diikuti lebih dari 3.000 atlet itu menjadi salah satu ajang taekwondo paling bergengsi tahun ini sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan atlet-atlet muda Indonesia di level internasional.
Mayoritas medali MTFC lahir dari nomor Kyorugi (pertarungan) dengan torehan 10 emas, 7 perak, dan 5 perunggu. Sementara dari nomor Poomsae (seni jurus), tim asal Indramayu itu menambah 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa adalah keberhasilan atlet-atlet dari berbagai kelompok usia meraih podium. Mulai dari kategori pre-school, anak-anak, remaja hingga senior, semuanya memberikan kontribusi bagi prestasi tim.
Sorotan pun tertuju kepada Adhisa Legitya Dermawan, atlet cilik berusia 4,5 tahun yang sukses mempersembahkan medali emas pada penampilan keduanya di ajang resmi. Keberhasilannya menjadi gambaran bahwa pembinaan olahraga sejak usia dini mulai menunjukkan hasil yang membanggakan.
Sementara itu, atlet senior Ahmad Rafa Rosidi turut menyumbangkan medali perunggu. Selepas kejuaraan internasional ini, Rosidi langsung dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Indramayu pada ajang Pekan Olahraga Antar Daerah (Porda) mendatang.
Ketua MTFC Indramayu, Lukman Pribadi, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Indramayu, bukan semata-mata milik tim.
“Hasil dari pertandingan ini bukan hanya mengharumkan nama tim, melainkan membawa nama daerah, Indramayu,” ujarnya kepada Diskominfo Kabupaten Indramayu, Rabu (1/7/2026).
Ia berharap prestasi tersebut mampu menjadi motivasi bagi semakin banyak generasi muda Indramayu untuk menekuni olahraga taekwondo hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pelatih MTFC, Sabeum Abdul Rojak, juga mengapresiasi kerja keras seluruh atlet yang telah menunjukkan semangat pantang menyerah selama kejuaraan berlangsung.
“Selamat kepada teman-teman atlet yang sudah bertanding dan menunjukkan daya juang serta semangatnya. Hasilnya memuaskan, tetapi tetap harus dievaluasi dan dijadikan motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Indramayu turut menyambut positif pencapaian tersebut. Prestasi MTFC dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Kini, tanpa larut dalam euforia kemenangan, seluruh atlet MTFC telah kembali ke tempat latihan. Mereka menyadari bahwa setiap medali bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar.
Dengan disiplin, latihan yang berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, MTFC Indramayu optimistis akan terus melahirkan atlet-atlet tangguh yang membawa nama Kabupaten Indramayu dan Indonesia berkibar di panggung nasional maupun internasional.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber:DiskominfovIndramayu,Diolah Redaksi










Komentar