Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Ribuan Bonek Tumpah Ruah di Polda Jatim Rayakan Kemenangan

Min.co.id |  Surabaya – Ketegangan, harapan, hingga ledakan kegembiraan menyatu di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Kamis (6/8/2026) malam.

Ribuan suporter Persebaya Surabaya atau Bonek Mania memadati lokasi nonton bareng (nobar) untuk menyaksikan laga final Piala Presiden 2026 melawan Persib Bandung yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, tanpa kehadiran penonton.

Sejak sore hari, para suporter berdatangan mengenakan atribut hijau kebanggaan Persebaya. Mereka memenuhi area nobar yang disiapkan Polda Jawa Timur dengan harapan dapat menyaksikan tim kesayangannya mengangkat trofi juara.

Ketika pertandingan berlangsung, suasana berubah menjadi penuh emosi. Sorakan dukungan menggema setiap kali Persebaya membangun serangan. Sesekali terdengar desahan kecewa saat peluang emas gagal berbuah gol. Namun semangat ribuan Bonek tak pernah surut hingga peluit panjang dibunyikan.

Laga yang berakhir imbang 1-1 harus ditentukan melalui adu penalti. Di momen itulah ketegangan mencapai puncaknya. Mata ribuan suporter tertuju ke layar lebar yang menampilkan setiap eksekusi penalti.

Begitu tendangan penentu memastikan kemenangan Persebaya dengan skor 6-5 dalam adu penalti, suasana Lapangan Mapolda Jatim langsung pecah. Teriakan kemenangan, nyanyian khas Bonek, hingga pelukan antarsuporter menjadi gambaran euforia yang tak terbendung.

Meski tidak berada di stadion, kemenangan tersebut tetap terasa menjadi milik seluruh pendukung Persebaya yang menyaksikannya bersama-sama.

Kegiatan nobar itu dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Pasma Royce, jajaran Pejabat Utama Polda Jatim, serta sekitar 5.000 Bonek Mania.

Selain menyediakan layar lebar, panitia juga menyiapkan makanan, minuman, dan hiburan musik sehingga suasana kebersamaan tetap terjaga selama pertandingan berlangsung.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk fasilitasi bagi para pendukung Persebaya yang tidak dapat hadir langsung ke stadion karena pertandingan final berlangsung tanpa penonton.

Menurutnya, nobar juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang bagi suporter untuk menyalurkan dukungan secara aman, tertib, dan kondusif.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini agar rekan-rekan Bonek Mania tetap bisa memberikan dukungan kepada Persebaya dengan aman dan penuh kebersamaan meskipun pertandingan digelar tanpa penonton di stadion,” ujarnya.

Ia berharap semangat sportivitas yang ditunjukkan ribuan Bonek selama nobar dapat terus dipertahankan dalam setiap pertandingan sepak bola.

“Kami mengajak seluruh Bonek dan Bonita untuk terus menjaga sportivitas, menghormati semua pihak, serta menunjukkan bahwa suporter Jawa Timur mampu memberikan dukungan secara positif dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tetap kondusif. Tidak terlihat adanya gangguan keamanan yang berarti. Para suporter mengikuti jalannya pertandingan dengan tertib hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Kemenangan Persebaya pada final Piala Presiden 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para pemain dan manajemen klub, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan pendukung yang tetap setia memberikan dukungan dari Surabaya.

Malam itu, Lapangan Mapolda Jawa Timur bukan sekadar menjadi lokasi nonton bareng. Tempat tersebut berubah menjadi ruang perayaan bagi ribuan Bonek yang membuktikan bahwa kecintaan terhadap tim kebanggaan dapat diwujudkan dalam suasana damai, tertib, dan penuh solidaritas.

Penulis: Redaksi 
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Informasi Bidang Humas Polda Jawa Timur yang diolah kembali secara jurnalistik oleh Min.co.id.

Komentar

News Feed