SUMATERA SELATAN | PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengoperasian fasilitas Container Yard (CY) 2 Merapi yang mulai beroperasi sejak 3 Maret 2026. Kehadiran fasilitas baru ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan efisiensi distribusi batu bara berbasis transportasi kereta api yang lebih aman dan berkelanjutan.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa pembangunan CY 2 Merapi merupakan solusi logistik modern untuk menjawab kebutuhan distribusi energi yang terus berkembang sekaligus meningkatkan kapasitas angkutan nasional.
Menurutnya, optimalisasi moda transportasi berbasis rel menjadi alternatif penting di tengah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang melarang angkutan truk batu bara melintas di jalan umum sejak awal 2026.
“Melalui angkutan berbasis kereta api, distribusi logistik energi dapat berlangsung lebih aman, efisien, serta selaras dengan regulasi yang berlaku,” ujar Yuskal dalam keterangannya.
Berlokasi di Desa Sirah Pulau, Sumatera Selatan, CY 2 Merapi dibangun berdampingan dengan fasilitas CY 1 Merapi yang telah lebih dahulu beroperasi. Fasilitas ini dirancang memiliki konektivitas langsung dengan terminal Merapi melalui tiga akses keluar–masuk guna memperlancar pergerakan kereta api serta meningkatkan efisiensi proses bongkar muat batu bara.
Skema operasionalnya menghubungkan kawasan tambang dengan jalur hauling yang langsung terintegrasi ke area container yard tanpa melalui jalan provinsi. Konsep tersebut dinilai mampu mengurangi dampak kerusakan infrastruktur jalan sekaligus menekan risiko lingkungan.
Dengan mulai beroperasinya CY 2 Merapi, KAI Logistik menargetkan layanan awal hingga dua rangkaian kereta api per hari. Dalam tahap pengembangan berikutnya, fasilitas ini akan dilengkapi dua jalur bongkar muat tambahan untuk mengantisipasi peningkatan volume angkutan batu bara di wilayah Sumatera.
Secara proyeksi, CY 2 Merapi mampu melayani sekitar 730 rangkaian kereta api per tahun. Kapasitas tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga 10 rangkaian per hari dengan kontribusi angkutan batu bara mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.
Untuk menunjang operasional, KAI Logistik juga melakukan penguatan sarana dan prasarana secara bertahap, termasuk peningkatan alat angkut, fasilitas pendukung, serta kompetensi sumber daya manusia. Seluruh operasional dijalankan dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) guna memastikan layanan logistik yang aman dan andal.
Pengoperasian CY 2 Merapi sekaligus menjadi bagian dari implementasi konsep green logistics melalui pengurangan emisi serta peningkatan efisiensi energi dalam sistem distribusi nasional.
Sebagai anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Logistik terus mengembangkan layanan distribusi terpadu berbasis kereta api melalui berbagai segmen layanan, mulai dari pengiriman retail hingga solusi logistik industri berskala besar berbasis end-to-end services.
Langkah strategis ini mempertegas posisi KAI Logistik sebagai mitra utama dalam rantai pasok energi nasional sekaligus menghadirkan sistem distribusi yang adaptif terhadap dinamika sektor transportasi dan logistik modern.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Pelaksana
Sumber: Rilis Resmi PT Kereta Api Logistik






Komentar