INDRAMAYU | Desa Jumbleng kembali menjadi perbincangan hangat setelah salah satu bakal calon kuwu (balon kuwu) yang kini menjabat kembali menarik perhatian publik. Sosok ini dikenal bukan hanya karena kedekatannya dengan warga, tetapi juga karena deretan inovasi dan capaian nyata yang berhasil mengubah wajah desa selama masa kepemimpinannya.
Dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati dan mudah dijangkau, ia hadir di tengah masyarakat tanpa perlu protokol panjang. Dari menghadiri kegiatan warga, menampung keluhan hingga turun langsung melihat persoalan di lapangan, langkahnya membuktikan bahwa pemimpin tidak harus berjarak cukup hadir dan bekerja.
Selama memimpin, berbagai terobosan lahir dari tangannya. Ia mendorong digitalisasi layanan desa, mempermudah administrasi masyarakat melalui sistem yang lebih cepat dan transparan. Pembangunan infrastruktur menjadi prioritas: jalan lingkungan yang dulunya rusak kini mulus, fasilitas umum diperbaiki, dan ruang terbuka untuk warga mulai hidup kembali.
Tak hanya soal fisik, program pemberdayaan ekonomi warga juga menjadi fokus yang membuahkan hasil. Kelompok usaha kecil dibina, pelatihan diberikan, hingga akses pemasaran ikut dibantu. Desa Jumbleng pun perlahan menunjukkan peningkatan ekonomi yang terasa oleh masyarakatnya.
Capaian ini menjadikan dirinya sebagai figur yang bukan hanya memimpin, tetapi menemani. Bukan hanya hadir di kantor desa, tetapi hadir di hati masyarakat. Kedekatan ini membuat banyak warga menilai bahwa keberlanjutan kepemimpinannya adalah harapan untuk menjaga ritme kemajuan desa.
Di tengah dinamika politik desa, sosok balon kuwu Jumbleng ini muncul sebagai contoh bahwa kepemimpinan terbaik bukan soal janji yang tinggi, melainkan karya yang sudah berdiri. (*)










Komentar