Jakarta | Di tengah kepungan penderitaan rakyat Palestina akibat brutalitas militer Zionis Israel, Indonesia kembali menegaskan sikapnya yang tak tergoyahkan. Dalam orasi penuh semangat di Aksi Bela Palestina di kawasan Monumen Nasional (Monas), Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyuarakan komitmen bangsa Indonesia yang tak akan pernah surut dalam membela kemerdekaan Palestina.
“Saudara-saudaraku di Gaza dan di Palestina. Kalian tidak sendiri. Kalian akan selalu diingat, diperjuangkan, dan diperhatikan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Sugiono, yang disambut gelombang takbir dan seruan solidaritas dari ribuan massa aksi.
Dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi pada Minggu (3/8/2025), Sugiono menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Palestina bukan sekadar diplomatik, tetapi sudah menyatu dalam ikatan batin yang dalam. “Kami ingin Palestina merasakan kemerdekaan yang sejati, seperti yang kami nikmati sejak 1945,” ujarnya.
Sugiono menegaskan, langkah nyata terus diambil pemerintah Indonesia. Mulai dari advokasi di forum-forum internasional, penolakan terhadap genosida dan pendudukan ilegal Israel, hingga pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza yang kini dikepung dan dihantam krisis multidimensi.
Komitmen ini sejalan dengan garis kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, yang sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, telah menjadikan isu Palestina sebagai prioritas diplomasi Indonesia. “Presiden Prabowo menempatkan Palestina sebagai bagian dari perjuangan bangsa, karena bangsa ini berdiri di atas semangat anti-penjajahan,” lanjut Sugiono.
Lebih dari 60.000 warga Palestina telah menjadi korban kebiadaban serangan Zionis sejak 7 Oktober 2023. Kota-kota di Gaza hancur luluh lantak, rumah sakit tak lagi berfungsi, anak-anak meregang nyawa karena kelaparan. Dunia menyerukan gencatan senjata, namun Israel terus membombardir.
“Indonesia menolak segala bentuk penjajahan dan penindasan. Kami berdiri bersama Palestina, sampai kemerdekaan itu benar-benar mereka raih,” tandas Menlu Sugiono dengan suara bergetar.
Di tengah dunia yang mulai bungkam, Indonesia memilih untuk tetap lantang. Solidaritas bukan hanya slogan—ia dijalankan dengan nyata, dari Monas hingga sidang PBB. Karena di tanah air ini, perjuangan untuk Palestina adalah perjuangan kemanusiaan.(*ip)










Komentar